Kawanindonesia.web.id— Pemerhati media Jacob Ereste mendorong agar media sosial berbasis internet masuk dalam agenda pembahasan serius pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2027.
Menurut Jacob, perkembangan media sosial berbasis internet telah menciptakan kekuatan baru dalam penyebaran informasi dan pembentukan opini publik.
Jumlah pengelola dan pelakunya yang terus bertambah membuat media digital memiliki potensi besar dalam kehidupan masyarakat.
Jacob menilai masyarakat kini dapat membangun dan mengelola media berbasis internet dengan biaya yang relatif murah serta proses yang lebih mudah.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi semakin banyak orang untuk terlibat dalam aktivitas publikasi, komunikasi, dan penyebaran informasi.
Namun, Jacob mengingatkan bahwa pertumbuhan media digital harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia mendorong para pengelola media berbasis internet meningkatkan kemampuan jurnalistik, kreativitas, inovasi, penyajian informasi, serta tata kelola media.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas orang-orang yang mengelolanya.
HPN 2027 Perlu Bahas Masa Depan Media Digital Jacob berharap HPN ke-81 pada 9 Februari 2027 tidak hanya menjadi agenda seremonial.
Ia meminta penyelenggara menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk membahas masa depan ekosistem pers, termasuk keberadaan media sosial berbasis internet.
Ia menilai pembahasan tata kelola media digital penting untuk menciptakan ruang informasi yang sehat dan bertanggung jawab.
“Media sosial berbasis internet berikut pengelolanya seperti ‘yatim budaya’ dalam peradaban Indonesia,” ujar Jacob dalam gagasannya.
Menurut Jacob, istilah tersebut menggambarkan perkembangan media internet yang sangat cepat, sementara perhatian terhadap pembinaan dan peningkatan kapasitas pengelolanya belum berjalan seimbang.
Karena itu, ia mendorong lembaga pers memberikan perhatian lebih besar kepada para pengelola media digital.
Media Digital Bisa Jadi Lapangan Kerja Produktif Jacob juga melihat media berbasis internet memiliki potensi ekonomi yang besar.
Pertumbuhan media digital dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekaligus menciptakan ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan di bidang komunikasi serta teknologi.
Ia menilai pengelolaan media digital secara profesional dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan media yang mampu menyajikan informasi secara cepat, akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Karena itu, peningkatan kualitas pengelola menjadi salah satu kebutuhan utama.
Jacob juga mendorong adanya sinergi antara lembaga pers dan pemerintah untuk membangun ekosistem media digital yang sehat.
Jangan Biarkan Media Internet Tumbuh Tanpa ArahJacob mengingatkan bahwa media sosial berbasis internet dapat memberikan dampak positif maupun negatif.
Media digital dapat menjadi sarana pencerdasan masyarakat jika pengelola menjalankan prinsip profesionalisme dan etika.
Sebaliknya, media digital dapat menimbulkan persoalan apabila masyarakat menggunakannya tanpa memperhatikan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
Karena itu, Jacob meminta HPN 2027 membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai tata kelola media digital dan peningkatan kualitas para pengelolanya.
“Perayaan HPN tahun 2027 sangat diharap memiliki arti yang memberi manfaat, tidak sekadar seremonial untuk hura-hura,” tulis Jacob.
Ia berharap HPN 2027 mampu menghasilkan gagasan dan langkah konkret untuk memperkuat media berbasis internet.
Dengan begitu, media digital tidak hanya berkembang dari sisi jumlah, tetapi juga tumbuh secara profesional dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi Jacob, perhatian terhadap media sosial berbasis internet sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang kreatif, produktif, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.(Kontributor Yacob)
