KawanIndonesia.web.id — Penulis dan pengamat sosial Jacob Ereste kembali melayangkan kritik menohok terkait makin menjamurnya budaya korupsi yang merambah berbagai sektor kehidupan. Dalam catatan kritisnya bertajuk satire moral, Jacob memotret fenomena korupsi yang tak lagi dianggap tabu, melainkan telah bergeser menjadi perilaku materialistik yang mengikis nilai kemanusiaan dan keagamaan.
Jacob menyoroti bagaimana standar kesuksesan sosial di tengah masyarakat kerap terdistorsi oleh kepemilikan materi semata. Hal ini dinilainya memicu godaan besar bagi para pemangku jabatan untuk menyalahgunakan wewenang, mulai dari penggelapan anggaran proyek pemerintah hingga penyelewengan dana bantuan publik.
“Budaya korup dan pembiaran telah merusak tatanan etika. Ketika materi dijadikan tolok ukur tunggal keberhasilan, nilai integritas dan nilai-nilai spiritual seolah hilang daya di hadapan godaan kapitalistis,” ujar Jacob dalam naskahnya.
Dorong Kejelasan RUU Perampasan Aset
Dalam pandangannya, fenomena korupsi yang kian canggih memerlukan langkah penegakan hukum yang tegas dan tidak pandang bulu. Ia menyinggung lambatnya kejelasan Rencana Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang hingga kini dinilai publik masih tertahan dalam proses pembahasannya.
Menurut Jacob, ketiadaan mekanisme efek jera yang maksimal—termasuk perampasan aset hasil kejahatan secara menyeluruh—membuat potensi pelanggaran terus berulang.
Melalui ulasan tersebut, Jacob Ereste mendorong perlunya reformasi moral, penguatan integritas lembaga penegak hukum, serta keberanian politik untuk segera mensahkan regulasi perampasan aset demi memutus rantai kejahatan korupsi di Tanah Air. (Editor/kontribusi Yacob)

