Bupati Subandi Resmikan Masjid Al-Hibah Sedatigede, Apresiasi Kekompakan Warga

Kawanindonesia.web.id — Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn meresmikan Masjid Al-Hibah sekaligus TPQ Al-Hibah di Desa Sedati gede, Kecamatan Sedati, Senin malam (17/8/2026).


Peresmian tersebut berlangsung dalam rangkaian pengajian umum sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Subandi mengapresiasi kekompakan dan keguyuban warga Sedati gede yang berhasil menyelesaikan renovasi masjid dan pembangunan TPQ melalui swadaya masyarakat.


Pembangunan Masjid dan TPQ Al-Hibah menelan anggaran Rp2.276.000.000. Masyarakat dan para donatur mengumpulkan seluruh biaya pembangunan secara swadaya.

Subandi juga ikut memberikan dukungan secara pribadi.
Bupati Subandi menilai semangat gotong royong menjadi kunci keberhasilan pembangunan tersebut.

Ia meyakini masyarakat tidak akan mampu menyelesaikan pembangunan masjid dan TPQ tanpa kebersamaan.


“Saya yakin masjid maupun TPQ tidak bisa terbangun apabila kebersamaan, kekompakan ini ndak ada,” ujar Subandi.


Masjid Diharapkan Jadi Pusat Kegiatan Warga
Subandi berharap Masjid Al-Hibah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat dakwah, silaturahmi, dan berbagai kegiatan masyarakat.


Menurutnya, masjid menjadi simbol kebersamaan sekaligus wujud kepedulian umat.

Karena itu, ia berharap keberadaan Masjid Al-Hibah dapat memberikan manfaat bagi warga Sedatigede dan sekitarnya.


“Mugi-mugi peresmian masjid ini saget bermanfaat. Khususnya bagi Nahdlatul Ulama. Umumnya, bagi lingkungan dan seluruh masyarakat yang ada di lingkungan Sedati gede,” katanya.


Subandi juga berharap TPQ Al-Hibah dapat membantu membentuk generasi muda yang memiliki akhlak mulia serta kemampuan membaca Al-Qur’an.


Sidoarjo Pastikan Layanan BPJS Kesehatan
Dalam kesempatan tersebut, Subandi turut menyampaikan sejumlah program pembangunan Pemkab Sidoarjo.

Salah satunya layanan BPJS Kesehatan bagi seluruh masyarakat melalui capaian Universal Health Coverage (UHC).
Subandi memastikan warga Sidoarjo yang membutuhkan layanan kesehatan dapat memperoleh akses pengobatan.

Ia meminta pemerintah kecamatan dan desa membantu warga yang belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.


“Apabila ada warga kita yang tidak punya BPJS, wis gak usah diangel-angel Pak Lurah, ya Pak Camat. Segera bantu karena ini penting,” tegas Subandi.


Ia menekankan pemerintah desa dan kecamatan harus aktif membantu masyarakat agar tidak mengalami kendala ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.


Rumah Sakit Tipe C Dibangun di Sedati
Subandi juga menyampaikan pembangunan Rumah Sakit Umum tipe C di Kecamatan Sedati. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan rumah sakit tersebut mulai hadir pada 2027.


Pembangunan rumah sakit itu bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat Sedati.

Warga nantinya tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.


“Nanti insya Allah kita pada tahun 2027 sudah akan punya rumah sakit di Sedati. Ya, nanti di Sedati ini ada Rumah Sakit Umum tipe C, biar warga Sedati kalau berobat ndak jauh,” ujar Subandi.


Pemkab Siapkan Insentif untuk 6.000 Guru Ngaji
Selain sektor kesehatan, Subandi menyampaikan rencana pemberian insentif kepada guru ngaji di Kabupaten Sidoarjo.


Pemkab Sidoarjo menyiapkan anggaran sekitar Rp26 miliar setiap tahun untuk program tersebut. Sekitar 6.000 guru ngaji yang memiliki KTP Sidoarjo akan menerima bantuan sosial tersebut.


Subandi berharap insentif itu dapat mendukung para guru ngaji dalam mendidik generasi muda dan memperkuat pendidikan agama di masyarakat.


“Insya Allah minggu depan, tanggal 23 Agustus ini kita akan memberikan santunan kurang lebih 6.000 guru ngaji, khususnya ber-KTP Sidoarjo,” ungkapnya.


Pembangunan Masjid dan TPQ Habiskan Rp2,27 Miliar
Ketua Panitia Pembangunan M. Naib menjelaskan pembangunan Masjid dan TPQ Al-Hibah berlangsung secara bertahap sejak 2023.


Panitia mengalokasikan total biaya Rp2.276.000.000 untuk menyelesaikan seluruh pembangunan. Dana tersebut berasal dari swadaya masyarakat dan para donatur.


Panitia mengeluarkan Rp 404 juta untuk membeli tanah. Selanjutnya, pembangunan gedung TPQ membutuhkan Rp1,028 miliar, sedangkan renovasi masjid menghabiskan Rp844 juta.


M. Naib menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut membantu pembangunan.

Ia menyebut dukungan datang dari masyarakat sekitar, masyarakat luas, Bupati Subandi secara pribadi, serta sejumlah tokoh masyarakat.


Semangat gotong royong warga Sedati gede akhirnya berhasil menghadirkan sarana ibadah dan pendidikan Al-Qur’an yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.(Maya)

Berita Terkait