Kawanindonesia.web.id — Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., memberikan penghargaan kepada sejumlah satuan kerja (satker) berprestasi di lingkungan Polda Papua Barat.
Penghargaan tersebut mencakup satker peraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025 dan satker dengan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) terbaik Triwulan II Tahun 2026.
Kapolda memimpin langsung upacara pemberian penghargaan tersebut di Mapolda Papua Barat, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan itu menjadi bentuk apresiasi institusi terhadap satker yang menunjukkan kinerja, kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.Dalam amanatnya, Alfred Papare menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni.
Menurutnya, capaian itu menunjukkan komitmen satker dalam membangun tata kelola organisasi yang bersih, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik.
“Predikat WBK dan capaian IKPA terbaik merupakan bukti nyata bahwa pembangunan zona integritas dan pengelolaan anggaran yang akuntabel dapat diwujudkan melalui komitmen pimpinan, soliditas personel, disiplin administrasi, pengawasan yang kuat, serta budaya kerja yang bersih dan melayani,” tegas Alfred.
Ditlantas dan Bidkeu Raih Predikat WBKPada kesempatan tersebut, Kapolda memberikan apresiasi kepada Ditlantas Polda Papua Barat dan Bidkeu Polda Papua Barat yang berhasil meraih predikat WBK Tahun 2025.
Alfred menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa jajaran Polda Papua Barat mampu menjalankan reformasi birokrasi dan membangun zona integritas secara konkret.
Selain memberikan penghargaan kepada satker peraih WBK, Kapolda juga memberikan penghargaan kepada sejumlah satker dengan capaian IKPA terbaik Triwulan II Tahun 2026.Penilaian tersebut mencakup beberapa kategori, antara lain pagu besar, pagu sedang, pagu kecil, serta kategori LPJ Bendahara Penerimaan.
Kapolda Tekankan Akuntabilitas AnggaranAlfred menegaskan setiap satker harus mengelola anggaran negara secara tertib, efektif, efisien, transparan, dan bertanggung jawab.“Setiap rupiah anggaran negara adalah amanah rakyat.
Karena itu anggaran harus digunakan secara benar, tepat sasaran, efisien, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi pelaksanaan tugas Polri serta pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, capaian IKPA tidak hanya menunjukkan kemampuan administrasi dalam mengelola anggaran.
Penilaian tersebut juga mencerminkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban anggaran.
Kapolda meminta seluruh jajaran menjaga capaian tersebut dengan memperkuat pengawasan internal serta mencegah berbagai bentuk penyimpangan.
Ia secara khusus mengingatkan personel agar menjauhi penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, gratifikasi, maupun praktik pengelolaan anggaran yang tidak bertanggung jawab.Dorong Satker Raih WBBMKapolda juga meminta seluruh satker menjadikan penghargaan sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola organisasi.
Menurut Alfred, penghargaan bukan tujuan akhir. Setiap satker harus mempertahankan integritas dan terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Jadikan penghargaan ini sebagai energi positif untuk terus memperbaiki diri. Saya berharap semakin banyak satker di lingkungan Polda Papua Barat yang mampu meraih predikat WBK, meningkat menuju WBBM, serta memperoleh penilaian IKPA terbaik,” katanya.
Ia juga meminta setiap personel meningkatkan kompetensi dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Personel harus mematuhi aturan, bekerja secara profesional, serta meningkatkan kemampuan teknis sesuai tuntutan tugas.Kapolda menilai kepercayaan masyarakat menjadi modal penting bagi Polri.
Karena itu, seluruh personel harus membangun kepercayaan tersebut melalui pelayanan yang tulus, penegakan hukum profesional, dan perilaku yang berintegritas.
Enam Fokus Perbaikan Tata KelolaDalam arahannya, Alfred menekankan enam hal yang harus menjadi perhatian jajaran Polda Papua Barat.
Enam hal tersebut meliputi penguatan komitmen integritas, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengelolaan anggaran secara profesional dan akuntabel, penguatan pengawasan internal, pembangunan budaya kerja berbasis kinerja, serta pengembangan inovasi pelayanan.
Ia meminta jajaran menyesuaikan inovasi pelayanan dengan kondisi geografis dan sosial Papua Barat agar pelayanan Polri semakin efektif dan mudah diakses masyarakat.
Upacara pemberian penghargaan berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Papua Barat, para Pejabat Utama Polda Papua Barat, para Kapolres jajaran, Kasatker, serta personel Polda Papua Barat.
Melalui penghargaan tersebut, Polda Papua Barat mendorong seluruh satker meningkatkan integritas, akuntabilitas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan publik serta memperkuat komitmen dalam mewujudkan organisasi yang bersih dari praktik korupsi.(Red)

