Milad ke-49 Diniyyah Al-Azhar: Menjaga Tradisi, Terus Berinovasi Demi Generasi Masa Depan

Kawanindonesia.web.id– Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo memperingati Milad ke-49 dengan menggelar Tabligh Akbar, Dzikir, dan Doa Bersama di Panggung Imam Syafii Sport Centre, Ahad (2/8/2026).

Ribuan jamaah yang terdiri dari santri, guru, karyawan, wali santri, alumni, serta masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti rangkaian acara yang mengusung tema “Menjaga Tradisi, Terus Berinovasi.”

Peringatan milad kali ini tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Diniyyah Al-Azhar sejak berdiri pada 5 Agustus 1977, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen lembaga dalam mencetak generasi Rabbani yang unggul, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pendiri dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Indonesia Umi Dra. Hj. Rosmaini, M.S., M.Pd.I., Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Indonesia Ust. H. M. Hafizh El Yusufi, M.M., Wakil Direktur Pendidikan Ust. H. Abdul Muhaimin El Yusufi, B.Sy.E., M.E., Pimpinan Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Bungo K.H.

Zulfadhli El Yusufi, Lc., M.Pd., Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kemasyarakatan Pemerintah Kabupaten Bungo Drs. Khaidir Yusuf yang mewakili Bupati Bungo, serta dai nasional Ust. Dr. (H.C.) M. Subki Al-Bughury, S.Sos.I., M.Ag.

Dalam sambutan Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Indonesia yang dibacakan oleh K.H. Zulfadhli El Yusufi, keluarga besar Diniyyah Al-Azhar diajak mengenang perjalanan lembaga yang berawal dari sarana sederhana hingga berkembang menjadi institusi pendidikan Islam yang mengelola berbagai jenjang pendidikan dan memiliki sejumlah cabang di Provinsi Jambi serta Pekanbaru.

Ia menegaskan bahwa seluruh pencapaian tersebut merupakan karunia Allah SWT yang harus disyukuri dengan meningkatkan kualitas pengabdian, menjaga keikhlasan, serta terus menghadirkan manfaat melalui dunia pendidikan.

“Semua pencapaian yang diraih hari ini merupakan amanah yang harus terus dijaga bersama,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan Diniyyah Al-Azhar tidak lepas dari perjuangan para pendiri, dedikasi para ustaz dan ustazah, dukungan wali santri, serta kepercayaan masyarakat selama hampir lima dekade.

Karena itu, Diniyyah Al-Azhar berkomitmen untuk terus melahirkan generasi Rabbani yang menguasai ilmu pengetahuan, memiliki akhlak mulia, berprestasi, memahami ajaran Islam secara benar,

serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah yang disampaikan dai nasional Ust. Dr. (H.C.) M. Subki Al-Bughury.

Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan peringatan milad sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri, bukan sekadar seremoni tahunan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan lahir dari keikhlasan, kesabaran, dan konsistensi dalam menjaga amanah pendidikan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh megahnya bangunan atau banyaknya peserta didik, melainkan sejauh mana lembaga tersebut mampu melahirkan insan yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Usai tausiyah, seluruh peserta mengikuti dzikir dan doa bersama dalam suasana khusyuk. Ribuan jamaah memanjatkan doa agar Diniyyah Al-Azhar senantiasa diberikan keberkahan, kekuatan, dan kemampuan untuk terus menjalankan amanah pendidikan Islam serta melahirkan generasi penerus yang beriman, berilmu, dan berkarakter.

Melalui tema “Menjaga Tradisi, Terus Berinovasi,” Diniyyah Al-Azhar menegaskan tekadnya untuk tetap menjaga nilai-nilai luhur pesantren sekaligus menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan semangat tersebut, lembaga pendidikan Islam ini optimistis dapat terus mencetak generasi masa depan yang unggul, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara.(Kontributor Rochman)

Berita Terkait