Kawanindonesia.web.id – MTs GUPPI Malintang, Kabupaten Mandailing Natal, menjadi sorotan warga setelah hingga Mei 2026 belum menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kondisi tersebut memicu kekecewaan siswa, wali murid, dan masyarakat yang menilai pihak madrasah gagal melakukan koordinasi secara maksimal dengan penyelenggara program.
Program MBG yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diharapkan mampu membantu kebutuhan gizi pelajar sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu.
Namun, sekitar 132 siswa MTs GUPPI Malintang disebut belum pernah menerima program tersebut sejak diluncurkan.
Sejumlah warga menyoroti kepemimpinan Kepala Madrasah, Amir Mahmud Batubara, yang dinilai tidak mampu memastikan program pemerintah itu masuk ke sekolah yang dipimpinnya.
Kritik terhadap Amir Mahmud juga terus mengalir setelah sebelumnya ia disebut jarang berada di sekolah dan dinilai kurang maksimal dalam menjalankan tata kelola madrasah.
Salah seorang siswa, Ucok Batubara (16), mengaku kecewa karena sekolahnya belum mendapatkan program MBG.
Ia mengatakan para siswa sebenarnya sangat berharap bantuan makanan bergizi tersebut segera hadir di madrasah mereka.
“Kami sangat membutuhkan program MBG ini karena bisa membantu siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu,” ujarnya, Kamis (21/05).
Ucok menambahkan, informasi mengenai rencana masuknya program MBG ke MTs GUPPI Malintang sebenarnya sudah lama beredar.
Namun hingga kini, para siswa belum juga menerima manfaat program tersebut.
“Kami dengar sekolah lain sudah menerima MBG, tapi di sekolah kami belum ada sampai sekarang,” katanya.Keluhan serupa disampaikan wali murid A. Matondang.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan agar siswa MTs GUPPI Malintang juga memperoleh hak yang sama seperti sekolah lainnya.
“Program ini sangat membantu orang tua, terutama bagi keluarga yang ekonominya pas-pasan,” ungkapnya.
Warga lainnya, Boru Lubis, menyebut banyak siswa yang berangkat sekolah tanpa sarapan karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Menurutnya, program MBG sangat penting untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak saat berada di sekolah.
“Kadang ada anak yang pergi sekolah tanpa makan dan tanpa uang jajan. Jadi MBG ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Ia juga meminta pihak madrasah lebih aktif menjalin komunikasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar program tersebut segera terealisasi di MTs GUPPI Malintang.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Amir Mahmud membenarkan bahwa sekolahnya hingga kini belum menerima program MBG.
“MTs GUPPI Malintang sampai hari ini belum pernah menerima MBG,” tulisnya.Amir mengaku sudah pernah mengirim data 132 siswa kepada pihak SPPG Pasar Baru Malintang pada Januari 2026.
Namun ia mengaku belum mengetahui alasan pasti mengapa program tersebut belum masuk ke sekolahnya.
Selain persoalan MBG, warga juga mulai mempertanyakan tata kelola yayasan baru madrasah yang disebut-sebut telah dibentuk.
Sejumlah pertanyaan terkait legalitas yayasan, mekanisme pembentukan,
serta keterlibatan unsur masyarakat dalam musyawarah pembentukan yayasan hingga kini belum mendapat penjelasan rinci dari pihak madrasah.
Kondisi tersebut membuat sorotan publik terhadap kepemimpinan di MTs GUPPI Malintang semakin menguat.(Kontributor Margifatulloh )

