Koperasi Desa Ketapanrame Siapkan Strategi Promosi Kopi Lokal Khas Mojokerto

Kawanindonesia.web.id– Koperasi Desa Merah Putih di Ketapanrame mulai menyiapkan strategi promosi untuk memperkenalkan kopi lokal khas Mojokerto ke pasar yang lebih luas.(16/05/26)

Pengurus koperasi menargetkan produk kopi hasil petani desa mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional melalui penguatan pemasaran dan peningkatan kualitas produk.


Program tersebut menjadi bagian dari pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang baru saja diresmikan Presiden Prabowo Subianto bersama 1.061 koperasi desa lainnya di Jawa Timur.


Kepala Desa Ketapanrame, Zainul Arifin, mengatakan koperasi akan fokus mengangkat potensi kopi lokal sebagai produk unggulan desa.

Menurutnya, kopi dari kawasan Trawas memiliki cita rasa khas yang layak dikenal masyarakat luas.


“Kami ingin kopi lokal Ketapanrame menjadi identitas desa sekaligus sumber peningkatan ekonomi masyarakat.

Karena itu, koperasi mulai menyusun strategi promosi agar produk kopi warga bisa masuk pasar yang lebih besar,” ujarnya.


Pengurus koperasi menyiapkan berbagai langkah promosi, mulai dari pemasaran digital,

kerja sama dengan pelaku UMKM dan kedai kopi, hingga mengikuti pameran produk lokal dan sektor pariwisata di Mojokerto.

Koperasi juga akan memperkuat kemasan produk agar lebih menarik dan memiliki nilai jual lebih tinggi.


Selain itu, koperasi akan melibatkan para pemuda desa dalam proses promosi dan pengembangan usaha agar tercipta peluang kerja baru di sektor ekonomi kreatif dan industri kopi lokal.


“Kami ingin para penikmat kopi mengetahui bahwa Mojokerto memiliki produk kopi lokal berkualitas hasil karya warga Ketapanrame,” kata Zainul.


Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih di Ketapanrame juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa melalui penyerapan hasil pertanian dan pemberdayaan UMKM lokal.

Pemerintah desa optimistis koperasi dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.


Selain memasarkan kopi lokal, koperasi juga akan menjadi wadah kolaborasi usaha masyarakat desa agar produk-produk UMKM mampu berkembang dan naik kelas.

Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, koperasi ditargetkan menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di wilayah Trawas dan sekitarnya.(Daniel)

Berita Terkait