Sidoarjo Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah, Subandi Soroti Kinerja TPS3R

Keterangan foto:Bupati Subandi menyoroti kinerja TPS3R saat memperkuat sistem pengelolaan sampah di Sidoarjo.

Kawanindonesia.web.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperkuat sistem pengelolaan sampah dengan menitikberatkan pada optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, secara tegas menyoroti kinerja sejumlah TPS3R yang dinilai belum berjalan maksimal.

Subandi menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara sistematis dan terintegrasi mulai dari tingkat desa.

Ia meminta seluruh jajaran, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), camat, kepala desa hingga pengurus lingkungan,

untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kinerja pengelolaan sampah.

Ia menginstruksikan jajaran DLHK untuk melakukan pendampingan intensif terhadap TPS3R yang mengalami kendala operasional.

Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan pemetaan menyeluruh terhadap permasalahan yang terjadi, baik dari sisi manajemen, sarana prasarana, maupun partisipasi masyarakat.

Subandi menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo akan melakukan evaluasi rutin setiap bulan disertai pemantauan harian di lapangan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap persoalan dapat segera ditangani dan tidak berlarut-larut.

Menurutnya, persoalan utama yang masih dihadapi adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya,

serta adanya praktik pembuangan sampah dari luar wilayah desa. Untuk itu,

ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sebagai bentuk ketegasan, Pemkab Sidoarjo juga menggandeng aparat kepolisian untuk menegakkan aturan pengelolaan sampah.

Subandi menegaskan bahwa pelanggaran yang terus berulang akan ditindak sesuai ketentuan hukum guna memberikan efek jera.

Sementara itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo mengungkapkan bahwa banyak TPS3R sebenarnya telah memiliki struktur pengelola,

namun belum berfungsi optimal akibat lemahnya manajemen. DLHK menilai transparansi pengelolaan iuran masyarakat menjadi kunci utama dalam mendukung operasional pengelolaan sampah.

Pemkab Sidoarjo optimistis bahwa melalui penguatan sistem, pendampingan intensif,

serta sinergi semua pihak, pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif. Subandi pun mengajak seluruh masyarakat

untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjaga kebersihan demi mewujudkan Sidoarjo yang bersih dan sehat.(Maya)

Berita Terkait