Keterangan foto:Anak dan cucu Try Sutrisno melanjutkan jejak pengabdian di TNI dan Polri.
Kawanindonesia.id – Jejak pengabdian militer Try Sutrisno terus berlanjut di lingkungan keluarganya. Mantan Panglima ABRI dan Wakil Presiden ke-6 RI tersebut tidak hanya dikenal sebagai sosok tegas dan disiplin, tetapi juga berhasil menanamkan nilai pengabdian kepada negara kepada generasi penerusnya.
Sejumlah anak hingga cucunya kini mengikuti jejaknya dengan berkarier di institusi TNI dan Polri. Mereka menunjukkan dedikasi dan komitmen yang sama dalam menjaga kedaulatan serta keamanan negara.
Salah satu anaknya, Kunto Arief Wibowo, saat ini menyandang pangkat Mayor Jenderal TNI. Lulusan Akademi Militer tahun 1992 dari kecabangan Infanteri ini memiliki rekam jejak karier yang cemerlang.
Ia pernah menjabat sebagai Panglima Kodam III/Siliwangi dan Dankogartap II/Bandung, sebelum dipercaya menjadi Wakil Komandan Kodiklatad sejak Agustus 2023.
Selain itu, Firman Santyabudi juga menorehkan karier gemilang di Kepolisian Republik Indonesia. Sebagai purnawirawan Inspektur Jenderal Polri,
ia pernah menjabat Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri serta Asisten Logistik Kapolri. Pengalamannya menunjukkan kuatnya tradisi pengabdian keluarga di lintas institusi.
Tak hanya berhenti di generasi anak, semangat militer tersebut juga diwariskan kepada cucu.
Dwinanda Patria Noryanzha, misalnya, kini aktif sebagai perwira TNI AD berpangkat Letnan Satu.
Ia merupakan putra dari Ryamizard Ryacudu dan Nora Tristyana, putri Try Sutrisno.
Dengan latar belakang keluarga militer yang kuat, Dwinanda melanjutkan tradisi pengabdian dengan penuh dedikasi.
Cucu lainnya, Kinan FI, juga menapaki jalur serupa. Putra dari Kunto Arief Wibowo ini kini berdinas di Brigif Para Raider 18/Trisula, Jabung, Malang.
Sebagai perwira muda berpangkat Letnan Dua, ia menunjukkan semangat dan komitmen untuk meneruskan warisan pengabdian keluarga.
Perjalanan karier anak dan cucu Try Sutrisno menjadi bukti bahwa nilai disiplin, loyalitas, dan pengabdian kepada bangsa dapat diwariskan lintas generasi.
Dari tingkat pimpinan hingga perwira muda, semangat tersebut terus hidup dan berkembang.
Kisah ini tidak hanya menjadi inspirasi, tetapi juga menunjukkan bahwa pengabdian kepada negara dapat menjadi warisan berharga yang terus dijaga dalam sebuah keluarga.(Red)

