27 Februari 2026

Wayang Kulit di Puncak Harjasda: Seni dan Pesan Moral Menyatukan Warga Sidoarjo

Kawanindonesia.id//;Pendopo Delta Wibawa dipadati ribuan warga pada Sabtu (7/2/2026) malam, saat pagelaran wayang kulit semalam suntuk menghiasi puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167.

Dalang Ki Didik Sasmita Aji asal Gresik membawakan lakon “Semar Mbangun Kayangan”, yang sarat akan pesan moral dan filosofi kepemimpinan.


Acara dibuka secara simbolis oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, dengan pemukulan gong dan penyerahan tokoh wayang Semar kepada dalang.

Bupati Subandi menjelaskan, lakon ini menekankan nilai-nilai kepemimpinan yang berlandaskan kemuliaan hati dan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar kekuasaan.


“Semar Mbangun Kayangan mengajarkan bahwa kekuasaan tertinggi adalah kemuliaan hati seorang pemimpin demi kesejahteraan rakyatnya,” ujar Subandi.


Filosofi Semar yang merepresentasikan wong cilik menjadi pengingat penting bagi jajaran pemerintah daerah bahwa pembangunan sejati tidak hanya soal fisik,

“tetapi juga tentang memperbaiki tatanan kehidupan dan menegakkan kebenaran.
Pagelaran ini juga menjadi sarana hiburan yang meriah.

Komedian Cak Percil CS menghibur penonton dengan guyonannya,

“sementara Sanggar Kreasi Dancer menampilkan tarian energik di sela pertunjukan wayang, menambah semarak acara malam itu.


Acara dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi daerah, termasuk Ketua TP PKK Sidoarjo dr. Hj. Sriatun Subandi, Sekretaris Daerah dr. Fenny Apridawati, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, Wakil Ketua DPRD H. Warih Andono, serta seluruh Kepala OPD se-Kabupaten Sidoarjo.


Bupati Subandi berharap generasi muda Sidoarjo dapat meneladani nilai kesabaran, kebijaksanaan, dan kepemimpinan dari lakon wayang kulit,

“sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa.


Pagelaran wayang kulit di puncak Harjasda ke-167 berhasil mempersatukan warga Sidoarjo melalui seni dan pesan moral, menjadi kombinasi sempurna antara hiburan dan edukasi budaya.

Berita Terkait