26 Februari 2026

Warisan Budaya Lokal, Tumpeng Tempe Raksasa Sedengan Mijen Disambut Antusias Warga

Kawanindonesia.id Warisan budaya lokal kembali hidup di Desa Sedengan Mijen, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 tahun 2026.

Tradisi ruwat desa atau sedekah bumi yang digelar masyarakat setempat berlangsung meriah dengan ikon utama tumpeng tempe raksasa yang disambut antusias ribuan warga.(01/02/26)


Tumpeng tempe setinggi sekitar 13–14 meter tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat

“Sekaligus identitas Desa Sedengan Mijen sebagai sentra penghasil tempe.

Tumpeng raksasa itu dibuat dari kurang lebih tiga kuintal kedelai dan disusun secara gotong royong oleh warga selama beberapa hari.


Sejak pagi hari, ribuan warga memadati Lapangan Desa Sedengan Mijen untuk menyaksikan puncak acara.

Usai didoakan, tumpeng tempe raksasa langsung diperebutkan warga.

Suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan tampak mewarnai prosesi tersebut, lantaran tempe yang dibagikan diyakini membawa berkah.


Tak hanya tumpeng tempe raksasa, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan 31 tumpeng hasil bumi yang dibawa oleh masing-masing RT.

Beragam hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan tersaji dan turut diperebutkan warga, menambah semarak tradisi sedekah bumi.


Camat Krian, Nawari, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo, mengapresiasi kekompakan masyarakat Sedengan Mijen dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya lokal.

Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai positif karena selain memperkuat identitas budaya,

“juga berpotensi menjadi daya tarik wisata daerah.


“Tradisi seperti ini perlu terus dilestarikan. Selain menjaga warisan budaya,

“juga dapat dikembangkan sebagai agenda wisata Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Desa Sedengan Mijen, Hasanuddin, menegaskan bahwa sedekah tumpeng tempe merupakan wujud rasa syukur

masyarakat sekaligus sarana mempererat persatuan dan kebersamaan warga.


Ia mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian ruwat desa berjalan lancar serta menyampaikan terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.


Rangkaian ruwat desa telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya,

“mulai dari istighosah, barikan Khotmil Qur’an, pagelaran wayang kulit, hingga pasar jajanan tradisional.

Puncak kegiatan ditandai dengan doa bersama dan perebutan tumpeng di lapangan desa, dengan antusiasme warga yang terlihat hingga acara berakhir.


Tradisi tumpeng tempe raksasa ini terus menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat Sedengan Mijen dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Sidoarjo.(Maya)

Berita Terkait