26 Februari 2026

Surabaya Dikepung Genangan, 30 Armada Damkar Lakukan Penyedotan Intensif

KawanIndonesia.id Surabaya –04 Januari 2026 Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak Minggu sore menyebabkan genangan air di sejumlah kawasan. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat dengan mengerahkan 30 armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) untuk melakukan penyedotan genangan secara intensif di berbagai titik rawan.

Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengatakan bahwa langkah cepat ini dilakukan untuk meminimalkan dampak banjir terhadap aktivitas masyarakat. Dari total 97 unit kendaraan operasional yang dimiliki DPKP Surabaya, sebanyak 30 unit merupakan armada dengan spesifikasi khusus penyedotan air.

“Sejak pukul 16.00 WIB, petugas sudah bergerak melakukan pemantauan dan penyedotan genangan. Pergerakan armada bersifat dinamis, menyesuaikan kondisi lapangan dan laporan masyarakat yang masuk,” ujar Laksita Rini, Minggu malam.

Hingga malam hari, DPKP mencatat sedikitnya 18 titik genangan telah ditangani, di antaranya Jalan Raya Dukuh Kupang Baru, Rungkut Mejoyo Selatan, Simo Kalangan, Ketintang Telkom, Dukuh Kupang Timur, Tengger Kandangan, Jalan Gadung, kawasan Pandugo Baru depan RS EC, Ngagel Rejo, Simo Hilir dekat bozem, Tanjungsari, Simorejosari, Teluk Betung, Tenggilis Mejoyo depan SMAN 14, Simo Gunung, Wisma Sejahtera Jambangan, hingga area RS Ewa Pangalila. Sejumlah lokasi tersebut dilaporkan berangsur surut setelah dilakukan penyedotan intensif.

Selain itu, pemantauan lanjutan juga dilakukan di ruas jalan dan fasilitas umum lainnya, seperti Jalan Margorejo dengan genangan sekitar 10 sentimeter, RSIA Kendangsari dengan ketinggian air 20 hingga 30 sentimeter, RS Ubaya, Jalan Purimas, Putat Jaya, Kupang Baru, Gayungsari Barat, hingga Simo Hilir yang sempat tergenang hingga sekitar 60 sentimeter.

“Penanganan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan unit dari berbagai pos, seperti Kalirungkut, Gunung Anyar, Jambangan, Grudo, Pakis TVRI, dan Margomulyo, serta didukung armada dari DLH dan peralatan BPBD Surabaya,” jelasnya.

Di tengah fokus penanganan genangan, petugas Damkar juga harus menangani lima hingga enam kejadian kebakaran yang terjadi hampir bersamaan di beberapa lokasi. Meski demikian, seluruh laporan tetap dapat ditangani berkat koordinasi cepat antarpos.

“Beban tugas memang meningkat karena banjir dan kebakaran terjadi bersamaan, namun seluruh kejadian bisa tertangani dengan baik,” tegas Laksita Rini.

Untuk mendukung operasi tersebut, DPKP Surabaya mengerahkan sekitar 150 hingga 180 personel yang bekerja sejak sore hingga malam hari. Seluruh pergerakan armada dari 23 pos pemadam kebakaran dikendalikan secara terpusat melalui Command Center (CC) 112.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya juga turut membantu percepatan penanganan dengan menurunkan 23 armada tangki penyedot air yang disebar di berbagai wilayah. Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, menyebutkan bahwa pihaknya juga menangani sedikitnya delapan kejadian pohon tumbang dan sempalan akibat cuaca ekstrem.

“Selain penyedotan genangan, kami juga fokus pada perantingan dan penanganan pohon tumbang agar tidak membahayakan masyarakat,” kata Dedik.

Pemkot Surabaya memastikan akan terus melakukan pemantauan dan penanganan lanjutan hingga seluruh genangan surut dan kondisi kota kembali kondusif. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem serta segera melapor melalui layanan darurat apabila menemukan genangan atau situasi darurat lainnya.(Bgs)

Berita Terkait