Kawanindonesia.id // Siswa jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMK Islam Sudirman 2 Ambarawa mendapat kesempatan langka .
untuk mengenal lebih dekat sistem digital pemerintahan melalui kunjungan edukatif ke Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Diskominfo Jatim), Senin (9/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Anjasmoro, Lantai 4 ini bertujuan mengenalkan siswa pada infrastruktur jaringan,
“pengelolaan data, dan berbagai sistem digital yang mendukung layanan publik.
Ketua Tim Kerja Jaringan Bidang Dastik, Dendy Eka Puspawadi, menjelaskan bahwa Diskominfo Jatim memiliki peran strategis dalam transformasi digital pemerintahan,
mulai dari pengelolaan infrastruktur jaringan, keamanan siber, hingga layanan data terpadu.
Beberapa sistem yang diperkenalkan antara lain Satu Data Jawa Timur, Open Government Jawa Timur, Jatimprov CSIRT, serta program CERDIG yang fokus pada literasi digital masyarakat.
“Kami ingin siswa melihat secara langsung bagaimana teknologi informasi diterapkan untuk mendukung layanan pemerintah yang aman dan efisien,” jelas Dendy.
Guru pendamping dari SMK Islam Sudirman 2 Ambarawa, Wahid Hasyim, mengapresiasi kesempatan ini.
Ia menilai kunjungan industri seperti ini membuka wawasan siswa TJKT untuk berpikir visioner dan memahami penerapan ilmu jaringan komputer di dunia nyata.
“Jurusan TJKT bukan sekadar belajar komputer, tetapi juga membangun pola pikir yang siap menghadapi tantangan digital masa depan.
Banyak siswa yang mulai bertanya tentang malware, keamanan jaringan, dan inovasi teknologi, yang menandakan mereka sudah memiliki visi,” kata Wahid.
Selain itu, siswa juga mendapat pemahaman tentang literasi digital dan pencegahan hoaks,
“salah satu fokus penting Diskominfo Jatim dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMK Islam Sudirman 2 Ambarawa tidak hanya menambah wawasan teknis, tetapi juga terdorong untuk mengembangkan kompetensi dan kreativitasnya agar siap bersaing di era digital.
“Pengalaman langsung seperti ini memberi motivasi bagi siswa untuk terus belajar dan menerapkan ilmu mereka demi masa depan yang lebih cerdas dan digital-savvy,” tutup Wahid.(Bgs)

