Situasi Timur Tengah Memanas, Puguh DPRD Jatim Minta Langkah Cepat untuk Jamaah Umrah

Keterangan foto:Puguh Wiji Pamungkas dorong pemerintah buka posko komunikasi untuk jamaah umrah di tengah ketegangan Timur Tengah.

Kawanindonesia.id – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran jamaah umrah Indonesia.

Penutupan sejumlah jalur penerbangan menuju Arab Saudi berisiko membuat ribuan jamaah tertahan di Tanah Suci.


Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dari Dapil Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas, mendesak pemerintah segera mengambil langkah cepat

untuk melindungi warga negara Indonesia yang tengah menjalankan ibadah umrah.


“Pemerintah harus membuka posko komunikasi yang terintegrasi dengan seluruh biro perjalanan umrah yang mengawal jamaah di Arab Saudi.

Komunikasi ini penting agar jamaah tidak tertinggal atau terlantar,” ujar Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Timur tersebut.


Puguh menegaskan, sebagian besar paket perjalanan umrah sudah memiliki jadwal penerbangan dan pemesanan hotel yang tetap.

Jika penerbangan tertunda akibat konflik, travel tidak selalu bisa memperpanjang masa tinggal jamaah tanpa dukungan pemerintah.


Selain posko komunikasi, Puguh mendorong pemerintah bekerja sama dengan otoritas Arab Saudi menyiapkan langkah mitigasi.

Fasilitas penginapan darurat hingga kepastian kepulangan jamaah harus dijamin agar mereka tetap aman selama konflik berlangsung.


“Ini bukan situasi biasa. Jumlah jamaah Indonesia di Mekah meningkat menjelang Ramadan.

Negara harus hadir memberikan kepastian keamanan bagi ribuan WNI yang berada di Tanah Suci,” tegas Puguh.


Ia menambahkan, langkah mitigatif harus disiapkan sejak dini.

Pemerintah tidak boleh hanya memantau situasi dari jauh, tetapi harus memastikan jamaah yang baru tiba, sedang beribadah, maupun tertahan dapat kembali dengan selamat.


“Jaminan keamanan dan kepastian bagi jamaah umrah wajib menjadi prioritas utama,” pungkasnya.(Leny)

.

Berita Terkait