Kawanindonesia.id // Semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 tahun 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Minggu (13/2/2026).
Momentum tahunan ini menjadi ruang penguatan sinergi antara insan pers,
“pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga profesionalisme serta kondusivitas daerah.
Sejak pagi, para jurnalis dari berbagai organisasi wartawan hadir dan berbaur dalam suasana penuh keakraban.
“Tampak pula jajaran Forkopimcam Sine, kepala desa se-Kecamatan Sine, tokoh agama, tokoh masyarakat,
Serta perwakilan komunitas dan relawan yang turut memeriahkan kegiatan.
Kehadiran Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi semakin menegaskan dukungan pemerintah terhadap peran strategis pers.
Ketua Panitia HPN Kecamatan Sine, Budi Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan HPN bukan sekadar seremoni,
melainkan refleksi atas tanggung jawab besar yang diemban insan pers.
“Pers adalah mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Kami bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sinergi ini penting untuk menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi yang terjalin baik antara pers dan pemerintah akan menciptakan ruang komunikasi yang sehat dan konstruktif.
Pers berperan sebagai kontrol sosial sekaligus penyampai informasi yang akurat dan berimbang.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi mengajak insan pers untuk terus menjaga profesionalisme di tengah derasnya arus informasi digital.
Ia menegaskan bahwa di era keterbukaan informasi, tantangan terbesar bukan hanya kecepatan publikasi, tetapi juga ketepatan dan verifikasi.
“Informasi harus faktual dan terverifikasi agar tidak menimbulkan hoaks maupun keresahan di tengah masyarakat.
Sinergi pemerintah dan pers menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan daerah,” ungkapnya.
Rangkaian acara berlangsung khidmat namun penuh kehangatan.
Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng secara simbolis sebagai wujud rasa syukur dan komitmen bersama menjaga marwah pers nasional.
Dialog terbuka antara insan pers dan pemerintah turut digelar, menjadi ruang diskusi terkait tantangan dan peran media dalam pembangunan daerah.
Tak hanya berfokus pada seremoni, peringatan HPN ke-80 di Sine juga diisi aksi sosial berupa pembagian paket sembako kepada warga kurang mampu.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pers tidak hanya hadir melalui karya jurnalistik, tetapi juga aksi nyata di tengah masyarakat.
Melalui momentum HPN ke-80 ini, insan pers Kabupaten Ngawi menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan, menjunjung tinggi etika jurnalistik,
serta memperkuat sinergi dengan pemerintah demi terciptanya masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya.(Wat)

