Kawanindonesia.id– Sarasehan Pelajar Jawa Timur 2026 menjadi ruang strategis pembinaan literasi kreatif bagi generasi muda. Kegiatan yang digelar di Aula SMAN 9 Kota Malang, Selasa (3/2/2026).
ini diikuti ratusan pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur, khususnya wilayah Malang Raya dan Kabupaten Blitar.
Sebanyak 265 pelajar tampak antusias mengikuti rangkaian sarasehan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Jurnalis Perempuan.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan menulis kreatif dan public speaking sebagai bekal penting bagi pelajar dalam menghadapi tantangan era digital dan arus informasi yang kian masif.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, yang hadir sebagai keynote speaker, menegaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis,
“tetapi juga keberanian menyampaikan gagasan secara cerdas dan bertanggung jawab. Menurutnya, pelajar harus didorong menjadi subjek aktif dalam membangun narasi positif di tengah masyarakat.
“Pelajar bukan sekadar penonton zaman. Mereka adalah generasi yang harus mampu berpikir kritis, menulis dengan jujur, dan berbicara dengan keberanian serta etika,” ujar Aries di hadapan peserta.
Sarasehan ini juga menghadirkan praktisi media nasional sebagai narasumber. Ammar Ramzi, Asisten Redaktur SEO Tvonenews.com, membagikan pengalaman tentang teknik menulis kreatif,
cara membangun cerita yang relevan, serta pentingnya opini pelajar sebagai bentuk kontribusi sosial. Sementara itu, Belinda Firda, Reporter Metro TV, memberikan pembekalan public speaking,
“mulai dari teknik tampil percaya diri, komunikasi empatik, hingga menyampaikan pesan yang berdampak.
Para narasumber menekankan bahwa media sosial merupakan ruang publik yang menuntut kecakapan literasi dan tanggung jawab moral.
Melalui Sarasehan Pelajar Jatim 2026, diharapkan lahir generasi muda Jawa Timur yang literat, berkarakter, serta mampu menyalurkan ide dan gagasan kreatif secara positif melalui tulisan maupun lisan.(Len)

