Kawanindonesia.id,//,Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Dua agenda budaya unggulan, yakni Festival Rujak Uleg dan Parade Bunga Surabaya Vaganza, berhasil lolos kurasi sebagai bagian dari 125 Karisma Event Nusantara (KEN) yang masuk dalam kalender resmi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Masuknya dua event tersebut menjadi bukti bahwa kualitas penyelenggaraan event di Kota Surabaya telah memenuhi standar nasional, baik dari sisi kreativitas, manajemen,
“
“hingga dampak ekonomi dan sosial budaya. Keberhasilan ini sekaligus mengangkat nama Surabaya sebagai salah satu kota tujuan wisata berbasis event unggulan di Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan bahwa lolosnya Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza dalam KEN
merupakan hasil dari kerja keras dan konsistensi Pemkot Surabaya dalam mengelola event secara profesional.
“Tahun ini kami mengajukan dua event sekaligus, dan alhamdulillah keduanya lolos kurasi. Ini menunjukkan bahwa event Surabaya memiliki daya saing dan kualitas yang diakui secara nasional,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Menurut Herry, proses penilaian KEN tidak hanya menitikberatkan pada ide kreatif,
“tetapi juga mencakup manajemen kegiatan, pengelolaan risiko, pengaturan massa, hingga isu lingkungan.
Selain itu, event juga dinilai dari dampak ekonomi, sosial, dan budaya yang dihasilkan bagi masyarakat.
Masuknya dua event Surabaya dalam KEN memberikan dampak strategis bagi promosi pariwisata kota.
Kedua agenda tersebut akan mendapatkan dukungan promosi dari Kementerian Pariwisata melalui berbagai kanal media nasional, sehingga jangkauan publikasi menjadi lebih luas dan terarah.
Tak hanya berdampak pada sektor pariwisata, Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza juga berkontribusi besar dalam menggerakkan ekonomi kreatif.
Penyelenggaraan event melibatkan pelaku UMKM, pengrajin lokal, hingga industri kreatif seperti dekorasi, tata rias, kostum, dan jasa pendukung lainnya.
“Surabaya Vaganza bahkan mendorong perputaran ekonomi lintas daerah, karena bahan seperti bunga didatangkan dari luar kota. Ini menunjukkan bahwa satu event mampu memberikan efek ekonomi yang luas,” tambah Herry.
Pemkot Surabaya berharap, penyelenggaraan kedua event tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya pada periode pelaksanaan festival yang berlangsung pada bulan Mei.
Dengan meningkatnya kunjungan, perputaran ekonomi kota diharapkan ikut terdongkrak secara signifikan.
“Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza bukan sekadar agenda tahunan,
“tetapi telah menjadi etalase budaya dan kreativitas Surabaya yang mampu mengangkat nama kota di level nasional,” pungkasnya.(Bgs)

