Kawanindonesia.id // Pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di wilayah hukum Polres Ponorogo Polda Jawa Timur berlangsung dengan pendekatan berbeda.
Satlantas Polres Ponorogo mengedepankan langkah humanis dan edukatif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas.
Kegiatan yang digelar di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Ponorogo, Selasa (10/2/2026),
itu sempat membuat sejumlah pengendara terkejut saat diberhentikan petugas.
Namun alih-alih ditilang, pengendara yang lengkap surat-surat dan tertib berlalu lintas justru mendapat apresiasi berupa cokelat, bunga, hingga helm gratis.
Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma mengatakan, pendekatan humanis ini menjadi bagian dari strategi preemtif dan preventif dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026.
“Kami ingin membangun kesadaran masyarakat dengan cara yang lebih persuasif. Bagi pengendara yang tertib, kami berikan reward sebagai bentuk apresiasi,” ujarnya.
Menurutnya, penghargaan sederhana seperti cokelat dan bunga diharapkan mampu menumbuhkan semangat disiplin berlalu lintas,
“khususnya di kalangan pelajar yang masih mendominasi angka pelanggaran.
Dari data yang dihimpun selama operasi berlangsung, tercatat 58 pelanggaran, mayoritas dilakukan oleh pelajar.
Karena itu, Satlantas Polres Ponorogo juga menggencarkan edukasi ke sekolah-sekolah.
“Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga sosialisasi dan pembinaan. Namun untuk pelanggaran berat tetap kami tindak sesuai aturan,” tegas AKP Dewo.
Selain membagikan cokelat dan bunga, petugas juga memberikan helm gratis kepada orang tua yang mengantar anaknya tanpa perlengkapan keselamatan.
Helm tersebut langsung dipasangkan kepada anak sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan di jalan raya.
Pendekatan humanis ini mendapat respons positif dari masyarakat.
Sejumlah pengendara mengaku lebih termotivasi untuk tertib karena merasa dihargai atas kepatuhan mereka.
Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Ponorogo berharap tercipta budaya berlalu lintas yang lebih disiplin, aman, dan berorientasi pada keselamatan,
“sehingga angka kecelakaan di wilayah Ponorogo dapat ditekan secara signifikan. (Red)

