Kawanindonesia.id – Pemerintah Kota Surabaya terus menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar aman, tertib, dan tepat sasaran.
Upaya ini dilakukan melalui penguatan koordinasi, monitoring, dan evaluasi yang melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan MBG bersama Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Surabaya, Jumat (20/2/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya sekaligus Ketua Satgas Pelaksana MBG, Lilik Arijanto, menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi langkah strategis
untuk memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi standar operasional dan ketentuan higiene sanitasi.
“Program MBG saat ini telah menjangkau 207.355 penerima manfaat. Kami memastikan pelaksanaannya sesuai standar, terutama dalam aspek keamanan pangan dan higiene sanitasi,” ujar Lilik.
Berdasarkan data per 18 Februari 2026, tercatat 87 SPPG di Kota Surabaya, di mana 67 telah aktif melayani masyarakat. Dari jumlah tersebut, 36 SPPG telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Pemkot mendorong SPPG lain segera melengkapi sertifikasi sebagai bagian dari komitmen menjaga mutu layanan gizi.
Koordinasi lintas sektor juga diperkuat, mulai dari kesiapan tenaga kerja, keamanan pangan, hingga pemetaan sasaran penerima manfaat.
Pemkot telah mengeluarkan surat imbauan kepada yayasan dan mitra pengelola SPPG yang belum memiliki SLHS untuk segera mengurus sertifikasi tersebut.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memastikan manfaat Program MBG dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Lilik menambahkan, kolaborasi erat dengan Korwil BGN Surabaya diharapkan semakin memperkuat pengawasan dan keberlangsungan program.
“Dengan sinergi yang solid, Program MBG dapat berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kota Surabaya,” pungkasnya.(Red)

