Kawanindonesia.id// Komitmen dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak terus diwujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur.
Melalui program kemandirian di bidang konveksi, Lapas Sidoarjo berhasil mencetak ribuan produk, termasuk 1.400 cover tas yang diproduksi sepanjang tahun 2026 oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan produksi dilaksanakan di Bengkel Kerja Lapas dengan sistem kerja terstruktur dan pendampingan intensif dari petugas pembinaan.
Prosesnya meliputi pemotongan bahan, penjahitan, hingga finishing,
“yang seluruhnya dikerjakan secara profesional oleh para WBP yang telah mengikuti pelatihan keterampilan.
Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian bukan sekadar aktivitas pengisi waktu,
melainkan bagian penting dari proses rehabilitasi dan persiapan reintegrasi sosial.
“Pembinaan ini dirancang agar warga binaan memiliki keterampilan nyata yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat.
Kami ingin memastikan mereka keluar dari sini dengan kemampuan, kepercayaan diri, dan semangat untuk hidup mandiri,” ujarnya.
Selain menghasilkan produk bernilai ekonomi, kegiatan konveksi ini juga membentuk karakter positif warga binaan.
Mereka dilatih untuk disiplin terhadap waktu, bertanggung jawab terhadap kualitas pekerjaan,
“serta mampu bekerja dalam tim untuk mencapai target produksi.
Program ini selaras dengan semangat pemasyarakatan yang menempatkan warga binaan sebagai individu yang harus dibina, bukan sekadar menjalani masa pidana.
Melalui kegiatan produktif, Lapas Sidoarjo berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang konstruktif, edukatif, dan berorientasi pada perubahan perilaku.
Dengan terus berkembangnya unit kerja konveksi, Lapas Kelas IIA Sidoarjo optimistis dapat memperluas jenis produk dan meningkatkan kapasitas produksi ke depan.
Upaya ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang tepat mampu melahirkan dampak nyata—mencetak karya,
“membangun keterampilan, dan menumbuhkan harapan baru bagi warga binaan.(Maya)

