27 Februari 2026

Peletakan Batu Pertama Gereja di Masiepi Jadi Momentum Kebersamaan dan Rohani

Kawanindonesia.id // Peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Jemaat Paulus Aiwou berlangsung khidmat di Kampung Masiepi, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menandai dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, iman, dan komitmen jemaat terhadap Kristus.


Acara dimulai dengan penyambutan adat, termasuk pemasangan mahkota dan pengalungan noken kepada Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor, dan rombongan.

Suasana semakin hangat dengan lagu-lagu daerah Arfak yang dinyanyikan oleh para ibu, menghadirkan nuansa kebersamaan yang penuh makna.


Dalam khotbahnya, Pdt. Barnabas Dowansiba, S.Th., M.Th., menekankan bahwa peletakan batu pertama bukan sekadar pembangunan gedung,

“tetapi juga merupakan dasar rohani yang akan membentuk generasi sekarang dan mendatang.


“Batu yang diletakkan menjadi lambang pengakuan iman bahwa Kristus adalah dasar dan arah dari seluruh proses pembangunan,” ujarnya.


Gubernur Dominggus memberikan apresiasi kepada pendeta, majelis jemaat, panitia, dan seluruh warga atas kerja keras mewujudkan pembangunan gereja.

Ia menekankan pentingnya kerja sama dan gotong royong sebagai kekuatan persatuan masyarakat Papua.

Sebagai dukungan, Gubernur menyerahkan 500 sak semen dan memastikan bantuan pemerintah melalui APBD 2027.


Sementara itu, Bupati Manokwari Hermus Indou mengajak seluruh pihak untuk menjalankan pembangunan dengan komitmen bersama.

Ia menekankan bahwa iman yang disertai perbuatan akan menghasilkan berkat,

“serta menegaskan nilai kasih jemaat terhadap sesama manusia dan lingkungan.


Hengky Asmorom, Sekretaris III Majelis Umum GPKAI, menyebutkan bahwa GPKAI memiliki 70 Majelis Daerah, 611 Majelis Jemaat, dan 116.044 anggota di seluruh Indonesia, yang seluruh pelayanan selalu berpusat pada Kristus.


Ketua Panitia Pembangunan, Lamek Dowansiba, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya peletakan batu pertama.

Ia mengenang masa kecil mengikuti pelayanan ayahnya di gereja sederhana, dan kini jemaat dapat merencanakan pembangunan gedung baru sebagai wujud penyertaan Tuhan.


“Kehidupan yang sudah berubah harus terus dijaga agar memancarkan cahaya kasih bagi sesama,” ujarnya.


Prosesi peletakan batu pertama dilakukan bersama oleh Gubernur, Ketua DPR, Bupati, perwakilan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak,

“anggota DPRK, pimpinan OPD Papua Barat, dan panitia pembangunan.

Momen ini menegaskan bahwa pembangunan gereja bukan sekadar mendirikan bangunan,

“tetapi juga meneguhkan iman, merawat persatuan, dan menghadirkan terang Kristus di tengah masyarakat.(Rah)

Berita Terkait