Kawanindonesia.id– Anggota Pansus BUMD DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, mengkritik kinerja PT Jamkrida Jawa Timur,
“menyoroti bahwa UMKM mikro masih sulit mengakses pembiayaan.
Kritik ini disampaikan dalam rapat pembahasan kinerja Jamkrida periode 2020–2025.
Lilik, yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, menilai Jamkrida sehat dari sisi likuiditas,
namun lemah dalam profitabilitas dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Modal daerah masih menjadi penopang utama, sementara laba organik perusahaan relatif kecil.
Ia menegaskan bahwa arah penjaminan Jamkrida yang semakin dominan pada skema multiguna justru membuat UMKM paling membutuhkan dukungan tetap tertinggal.
Fraksi PKS menekankan bahwa setiap tambahan modal APBD harus fokus pada UMKM mikro dan kecil,
Dengan target penerima manfaat yang jelas, indikator kinerja yang terukur, dan transparansi publik.
“Penyertaan modal bukan dana bebas risiko, tetapi uang rakyat yang harus memberikan dampak sosial-ekonomi nyata,” tegas Lilik.
Ia menambahkan, jika Jamkrida belum siap menjalankan fungsi afirmatifnya,
DPRD dan publik wajib diberi penjelasan secara jujur.(Leny)

