26 Februari 2026

Konsolidasi Nasional AKU 2026, Strategi Baru Perkuat Ekonomi Keluarga

Kawanindonesia.id,//,Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar Konsolidasi Nasional Andalan Kelompok UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) atau AKU Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Lestari Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (4/2/2026).


Konsolidasi nasional tersebut mengusung tema “Meraih Peluang Emas Pengembangan Bisnis UPPKA Unggul dan Berkarakter di Lini Lapangan

” dengan tujuan memperkuat ekonomi keluarga melalui penguatan kelembagaan UPPKA dan pengembangan UMKM berbasis keluarga yang berkelanjutan.


Ketua Umum BPP AKU, Ir. Ambar Rahayu, MNS, menyampaikan bahwa konsolidasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi,

“strategi, dan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga di berbagai daerah.


“Konsolidasi nasional ini kami maknai sebagai upaya menyatukan langkah dan strategi, sekaligus merumuskan terobosan baru

agar UPPKA mampu berkembang, berdaya saing, dan memiliki karakter usaha yang kuat,” ujar Ambar Rahayu.


Ia menegaskan, penguatan karakter UMKM menjadi kunci utama agar usaha keluarga tidak hanya tumbuh sesaat,

tetapi mampu bertahan dalam jangka panjang di tengah tantangan ekonomi dan digitalisasi.


Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Kemendukbangga/BKKBN yang diwakili Wahidah Paheng, S.Sos., M.Si.,

menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga melalui kebijakan yang terintegrasi dan pendampingan langsung di lapangan.


“Kami tidak hanya menyiapkan regulasi, tetapi juga hadir bersama kelompok UPPKA dan PKK dalam pembinaan berkelanjutan.

Penguatan literasi keuangan, digitalisasi usaha, serta kolaborasi lintas sektor menjadi fokus utama,” jelas Wahidah.
Menurutnya, pendekatan

pemberdayaan ekonomi keluarga kini diarahkan agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi,

,”sehingga UMKM binaan UPPKA mampu memanfaatkan peluang pasar yang lebih luas.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M., menyebut Jawa Timur sebagai wilayah strategis dengan potensi besar kelompok UPPKA.

Saat ini, tercatat sekitar 36 ribu kelompok UPPKA dan ribuan kelompok PKK yang aktif berkontribusi dalam penguatan ekonomi keluarga.


“Konsolidasi nasional ini diharapkan mampu mendorong kelompok UPPKA di Jawa Timur dan daerah lain untuk naik kelas, lebih mandiri, dan berperan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkap

Maria Ernawati.
Konsolidasi Nasional AKU 2026 diikuti oleh jajaran Kemendukbangga/BKKBN, pengurus AKU tingkat pusat hingga daerah,

serta mitra strategis dari perbankan, perguruan tinggi, dunia usaha, BUMN, dan lembaga pendukung lainnya.

Melalui forum ini, diharapkan lahir strategi baru yang mampu memperkuat ekonomi keluarga sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional., (,len,)

Berita Terkait