Keterangan foto:Longsor di jalur Trenggalek menghambat arus kendaraan
Kawanindonesia.id– Longsor yang terjadi di jalur nasional wilayah Kabupaten Trenggalek mengganggu arus kendaraan antardaerah dan akses utama masyarakat.
Menyikapi kondisi ini, Anggota DPRD Jawa Timur dari PKS, Agus Cahyono (Agus Cah), meminta respons cepat dari Bina Marga dan Kementerian PUPR sebagai pengelola jalan nasional.
Agus menegaskan bahwa ruas jalan terdampak merupakan jalur vital dan aset nasional yang tidak memiliki alternatif memadai.
“Harapan kita Bina Marga atau PU pusat senantiasa siap siaga untuk mengatasi longsoran. Itu jalan utama dan tidak ada jalan alternatif lain yang benar-benar kondusif,” ujarnya.
Legislator dari Dapil IX, yang meliputi Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan, dan Ngawi, menekankan pentingnya penanganan cepat karena jalur tersebut menjadi akses penting bagi kendaraan logistik, kendaraan besar, dan masyarakat dari luar daerah.
Jalan alternatif yang ada dinilai kurang representatif, terutama bagi kendaraan bertonase besar.
Agus juga menyoroti titik longsor di kilometer 16, yang perlu pengecekan menyeluruh hingga ke sumber longsoran di tebing atau bukit
untuk mencegah potensi longsor susulan, terutama saat hujan deras.
Ia mendorong pemetaan titik rawan, pengecekan rutin tebing, dan penebangan pohon berpotensi tumbang.
Selain penanganan darurat, legislator PKS ini meminta pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan dan kesiapsiagaan petugas saat hujan untuk memberi informasi kepada pengguna jalan.
Agus berharap langkah cepat dan antisipatif dari pemerintah pusat dapat meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di jalur vital Trenggalek.(Len)

