27 Februari 2026

Infrastruktur Terdampak Banjir, Aparat Pastikan Keamanan dan Bantuan Tetap Terjaga

Kawanindonesia.id // Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jember dalam dua hari terakhir tidak hanya merendam permukiman warga,

“tetapi juga berdampak pada infrastruktur publik. Sejumlah jembatan dan akses jalan dilaporkan terdampak akibat luapan air sungai yang meningkat tajam.


Data dari BPBD setempat mencatat ribuan kepala keluarga terdampak di delapan kecamatan, dengan wilayah Rambipuji menjadi yang paling parah.

Ketinggian air bervariasi mulai 30 sentimeter hingga dua meter, dipicu meluapnya beberapa sungai seperti Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kalijompo, Kaliklepuh, dan Sungai Bedadung.


Menindaklanjuti kondisi tersebut, Polres Jember bersama TNI, Basarnas, BPBD, PMI, Tagana, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan dan desa,

serta relawan bergerak cepat melakukan evakuasi warga dan pengamanan wilayah terdampak.
Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra

melalui Wakapolres Kompol Ferry Dharmawan menegaskan bahwa selain evakuasi, pihaknya juga fokus menjaga keamanan lingkungan dan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.


“Kami pastikan pengamanan di lokasi terdampak tetap terjaga, termasuk di titik-titik pengungsian. Distribusi bantuan logistik juga kami kawal agar tepat sasaran,” ujar Kompol Ferry, Sabtu (14/2/2026).


Petugas gabungan juga melakukan pembersihan material lumpur yang menutup jalan serta membantu memperbaiki akses sementara agar mobilitas warga tidak sepenuhnya terhambat.

Di sejumlah lokasi, dapur umum dan dapur mandiri telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.


Hingga kini, ratusan warga masih bertahan di balai desa, rumah kerabat, maupun tempat ibadah.

Aparat terus melakukan patroli dan pemantauan debit air untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan,

mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.(Red)

Berita Terkait