26 Februari 2026

Ekowisata Mangrove Jadi Fokus Pengembangan Pesisir Sidoarjo

SIDOARJO – kawanindonesia.id 08 Januari 2026 Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menjadikan pengembangan ekowisata mangrove sebagai fokus utama penataan wilayah pesisir. Program ini diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.


Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan bahwa kawasan pesisir di wilayah timur Sidoarjo memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam.

Hutan mangrove dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi garis pantai dari abrasi, serta menjadi daya tarik wisata edukatif.


“Pengembangan ekowisata mangrove ini tidak hanya berorientasi pada pariwisata, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir,” ujar Subandi.

Tahap awal pengembangan ekowisata mangrove difokuskan di wilayah Kecamatan Sedati, tepatnya di Desa Tambak Cemandi dan Desa Gisik Cemandi. Untuk mendukung aksesibilitas, Pemkab Sidoarjo menyiapkan pembangunan dan peningkatan jalan menuju kawasan tersebut sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari jalan utama, dengan rencana lebar jalan mencapai 25 meter


Sebagian trase jalan menuju kawasan ekowisata mangrove melewati lahan milik TNI Angkatan Laut. Oleh karena itu, Pemkab Sidoarjo melakukan koordinasi dengan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Surabaya terkait pemanfaatan lahan tersebut. Koordinasi ini menjadi bagian dari sinergi antarlembaga demi mendukung pembangunan daerah.


Bupati Subandi berharap kerja sama dengan TNI AL dapat mempercepat terwujudnya akses jalan menuju kawasan wisata mangrove. “Akses yang memadai sangat penting agar pengembangan ekowisata ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat luas,” katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Kabupaten Sidoarjo, M. Bachruni Aryawan, menjelaskan bahwa pengembangan ekowisata mangrove akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Setelah kawasan awal di Sedati, pengembangan direncanakan diperluas hingga pesisir selatan Sidoarjo.


“Rencana pengembangan membentang dari pesisir Kecamatan Sedati hingga Kecamatan Jabon, dengan panjang garis pantai sekitar 33 kilometer dan lebar kawasan mangrove kurang lebih satu kilometer,” jelas Bachruni.


Dengan fokus pada ekowisata mangrove, Pemkab Sidoarjo menargetkan terciptanya kawasan pesisir yang lestari, produktif, dan bernilai ekonomi tinggi. Ke depan, kawasan ini diharapkan menjadi ikon ekowisata Sidoarjo sekaligus sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat dan wisatawan(Lia)

Berita Terkait