26 Februari 2026

Dukung Ekonomi Kerakyatan, 200 Becak Listrik Diserahkan ke Warga surabaya

Kawanindonesia.id – Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan terus dilakukan melalui pemberdayaan sektor informal’ Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima dan menyalurkan 200 unit becak listrik kepada warga dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto

melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Kamis (22/1/2026).


Serah terima bantuan berlangsung di Halaman Balai Kota Surabaya dan diserahkan langsung oleh Ketua Umum Yayasan GSN Letjen (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Kegiatan ini turut disaksikan Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso serta ratusan pengemudi becak penerima manfaat.


Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa bantuan becak listrik tersebut merupakan bentuk nyata dukungan terhadap ekonomi kerakyatan”

khususnya bagi para pengemudi becak yang menjadi bagian penting dari sektor informal perkotaan.


“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Selain meringankan beban kerja pengemudi becak,

Juga membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga melalui sektor wisata dan jasa transportasi ramah lingkungan,” ujar Eri.


Ia menjelaskan, Pemkot Surabaya akan memfokuskan pemanfaatan becak listrik sebagai becak wisata yang beroperasi di kawasan Kota Lama, Jalan Tunjungan, Peneleh, serta sejumlah destinasi sejarah lainnya.

Pengoperasian becak listrik akan diatur agar tidak melintas di jalan protokol.


“Kita ingin wisata Surabaya semakin hidup, ramah lingkungan, dan memberi dampak ekonomi langsung bagi warga,” tambahnya.


Eri juga mengingatkan para penerima bantuan agar menjaga dan merawat becak listrik dengan baik serta tidak memperjualbelikannya.

Menurutnya, bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.


“Becak ini bukan untuk dijual, tetapi untuk menopang ekonomi keluarga. Rawat dan gunakan sebaik mungkin,” tegasnya.


Terkait operasional, Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan akan bekerja sama dengan PT PLN (Persero) .

Dalam penyediaan titik pengisian daya atau charging station di sejumlah pangkalan becak wisata guna mendukung aktivitas harian para pengemudi.


Sementara itu, Ketua Umum Yayasan GSN Letjen (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko menegaskan bahwa program becak listrik merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo terhadap ekonomi rakyat kecil.

“khususnya pengemudi becak yang sebagian besar telah lanjut usia.


“Bantuan ini diberikan secara gratis dan tidak menggunakan dana APBN. Presiden Prabowo ingin membantu para pengemudi becak agar tetap produktif dan bekerja dengan lebih manusiawi,” ujarnya.


Ia menambahkan, becak listrik tersebut memiliki kecepatan maksimal 15 kilometer per jam, jarak tempuh hingga 40 kilometer dalam sekali pengisian daya, ramah lingkungan, dan minim kebisingan. Untuk perawatan, GSN telah bekerja sama dengan bengkel Viar.


Salah satu penerima manfaat, Yasak, warga Rungkut Tengah, mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut.

Pria yang telah menjadi pengemudi becak sejak tahun 1970-an itu merasa becak listrik sangat meringankan pekerjaannya.


“Sekarang tidak perlu capek mengayuh lagi. Terima kasih atas bantuannya, ini sangat membantu kehidupan kami,” ujarnya.(Nis)

Berita Terkait