27 Februari 2026

Demi Wisata Berkelanjutan, Aparat dan Komunitas Bersihkan Kawasan Bromo

Kawanindonesia.id // Upaya menjaga kelestarian destinasi unggulan Jawa Timur terus digencarkan.

Demi mewujudkan wisata berkelanjutan, aparat kepolisian bersama TNI dan berbagai elemen masyarakat menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Gunung Bromo, Sabtu (14/2/2026).


Kegiatan yang dipusatkan di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tersebut melibatkan Polres Probolinggo Polda Jatim, Balai Besar Taman Nasional,

“Forum Sahabat Gunung, komunitas lingkungan, pelaku usaha wisata, pengelola hotel, sopir jeep, hingga pedagang asongan.


Aksi bersih-bersih menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari akses masuk menuju lautan pasir, area lautan pasir, Lembah Watangan, hingga kawasan sekitar Pura Luhur Poten.


Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bita Kumala menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendukung program “Indonesia Asri”.


“Kami ingin memastikan bahwa kawasan Bromo tetap bersih, indah, dan nyaman bagi wisatawan.

“Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi tentang menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata,” ujar AKP Ardhi.


Menurutnya, kebersihan dan kelestarian alam memiliki dampak langsung terhadap citra daerah.

Jika lingkungan terjaga, wisatawan akan merasa aman dan nyaman, sehingga kunjungan tetap stabil bahkan meningkat.


Dalam kegiatan tersebut, ratusan peserta berhasil mengumpulkan sampah setara lima kendaraan, baik truk maupun pikap.

Sampah yang terkumpul didominasi plastik sekali pakai dan sisa makanan yang ditinggalkan pengunjung.
Ketua Komunitas Alam Hijau Prabulinggih, Bambang Heri Wahyudi, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini.

Ia berharap kegiatan serupa dilakukan secara rutin, terutama saat musim liburan panjang ketika lonjakan wisatawan berpotensi meningkatkan volume sampah.


Selain aksi bersih-bersih, petugas juga memberikan imbauan langsung kepada pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan, menjaga fasilitas umum, dan mematuhi aturan konservasi.


Dengan semangat gotong royong, seluruh pihak berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis semata,

melainkan menjadi budaya bersama dalam menjaga keindahan Gunung Bromo sebagai warisan alam yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang. (Hil)

Berita Terkait