27 Februari 2026

Dari Panggung Tari ke Catwalk, Reog Ponorogo Tampil Elegan di Yogyakarta

Kawanindonesia.id – Keindahan Reog Ponorogo tak hanya memukau di panggung seni pertunjukan, tetapi juga bersinar di atas catwalk.

Hal itu dibuktikan oleh Indonesian Innovative Dressmaker Community (IIDC) Ponorogo yang menampilkan karya busana gala terinspirasi Reog dalam ajang fashion show nasional Wastra Praba Asmaranala di Yogyakarta.


Dalam kompetisi tersebut, IIDC Ponorogo menghadirkan enam gaun malam mewah yang mengangkat karakter ikonik Reog seperti Klono Sewandono, Warok, Penari Jathil, Dadak Merak, hingga Bujang Ganong.

Sentuhan desain modern berpadu dengan kekayaan filosofi budaya lokal menjadikan setiap karya tampil elegan sekaligus sarat makna.


Koordinator Wilayah IIDC Ponorogo, Dian Wisudawati, menjelaskan bahwa proses kreatif pembuatan koleksi tersebut memakan waktu sekitar lima bulan.

Tahapan dimulai dari pendalaman filosofi Reog, penyusunan konsep dan moodboard, pemilihan kain, hingga proses produksi dengan berbagai evaluasi teknis.


“Penilaian tidak hanya saat peragaan busana, tetapi juga melalui fitting, wawancara, dan evaluasi kualitas karya. Detail menjadi perhatian utama,” ujarnya, Rabu (18/02/2026).


Kompetisi Wastra Praba Asmaranala sendiri mengusung konsep busana malam berkilau yang terinspirasi dari tarian daerah dan wastra nusantara.

Panitia menetapkan bahwa 75 persen material yang digunakan harus berupa wastra lokal nonpabrikan, seperti batik tulis, batik cap, tenun, dan lurik.

Ketentuan tersebut sekaligus menjadi dukungan terhadap pelaku UMKM dan pelestarian kain tradisional.


Detail garniture seperti sulaman, aplikasi batik tulis, hingga payet menjadi unsur penting dalam penilaian juri.

Salah satu gaun bertema Bujang Ganong bahkan berhasil meraih penghargaan Best Garniture di kelas utama.


Keikutsertaan IIDC Ponorogo dalam ajang nasional ini dilakukan secara mandiri, termasuk pembiayaan bahan dan perjalanan.

Meski demikian, semangat untuk mengangkat budaya lokal tetap menjadi motivasi utama.


Melalui ajang tersebut, IIDC Ponorogo ingin menegaskan bahwa Reog Ponorogo tidak hanya hidup dalam gerak tari dan irama musik,

Tetapi juga mampu bertransformasi menjadi karya wastra modern yang elegan, membanggakan daerah, dan siap bersaing di panggung fashion nasional.(Red)

Berita Terkait