Kawanindonesia.id//,Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) kembali membuka akses pelatihan kompetensi gratis bagi warga Kota Pahlawan. Program ini disiapkan sebagai langkah konkret menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Pelatihan yang dibuka meliputi bidang Export-Import dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum, dua sektor yang dinilai memiliki tingkat kebutuhan tenaga kerja cukup tinggi.
Seluruh peserta yang lulus nantinya akan memperoleh sertifikat kompetensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan bahwa program pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat.
“Pelatihan ini kami siapkan sesuai kebutuhan pasar kerja. Untuk K3 Umum, misalnya, hampir semua perusahaan mensyaratkan kompetensi tersebut.
Begitu juga dengan export-import yang peluang kerjanya cukup besar,” ujar Agus Hebi, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, jenis pelatihan yang diselenggarakan merupakan pelatihan dengan tingkat serapan tenaga kerja yang relatif tinggi.
Oleh karena itu, Disperinaker secara konsisten menghadirkan program serupa setiap tahun untuk membantu para pencari kerja.
“Jenis pelatihan dengan serapan tinggi tetap kami adakan, khususnya bagi warga Surabaya yang sedang mencari pekerjaan,” jelasnya.
Menurut Hebi, proses pelatihan dilaksanakan secara terstruktur dengan kurikulum yang telah ditetapkan.
Metode pembelajaran tidak hanya berupa teori di kelas, tetapi juga dilengkapi dengan praktik kerja agar peserta memiliki keterampilan yang aplikatif.
“Pembelajarannya sesuai standar, ada teori, praktik, serta sarana dan prasarana pendukung yang lengkap,” paparnya.
Selain mendapatkan sertifikasi BNSP, peserta pelatihan juga berkesempatan mengikuti on the job training (OJT) hingga program magang sebagai jembatan menuju dunia kerja.
“Harapannya, setelah pelatihan dan magang, peserta benar-benar bisa terserap di dunia kerja,” tambahnya.
Melalui program ini, Pemkot Surabaya menargetkan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dengan memperkuat kompetensi pencari kerja agar lebih siap menghadapi persaingan.
Pendaftaran pelatihan Export-Import dan K3 Umum dibuka pada minggu pertama hingga kedua Februari 2026.
Program ini diperuntukkan bagi warga ber-KTP Surabaya, berusia minimal 18 tahun, dengan latar belakang pendidikan minimal SMA atau SMK.
Pelaksanaan pelatihan dijadwalkan mulai Maret 2026. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi disnaker.surabaya.go.id/three atau melalui pemindaian kode QR yang telah disediakan. (Bgs)

