Kawanindonesia.web.id– Babinsa Desa Potronayan, Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali, Serma Mujiarto, terus memberikan motivasi kepada para petani agar tetap bersemangat menghadapi musim kemarau.
Melalui komunikasi sosial (Komsos), ia mengajak petani menyukseskan masa tanam ketiga (MT III) sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan Komsos berlangsung di Dukuh Rejosari, Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.
Dalam kesempatan tersebut, Serma Mujiarto berdialog langsung dengan salah seorang petani padi, Ibu Paniyem, mengenai kondisi tanaman serta strategi menghadapi tantangan musim kemarau.
Serma Mujiarto menegaskan bahwa musim kemarau tidak boleh menyurutkan semangat petani untuk tetap mengolah lahan.
Menurutnya, hasil panen tetap dapat optimal apabila petani menerapkan pengelolaan air yang baik dan merawat tanaman secara intensif.”
Musim kemarau bukan menjadi penghalang untuk bercocok tanam. Dengan pengairan yang teratur dan perawatan yang maksimal, hasil panen tetap bisa melimpah.
Bahkan harga gabah pada musim seperti ini cenderung lebih baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.
Ia juga mengajak para petani untuk terus menjaga semangat dan memanfaatkan setiap potensi lahan pertanian demi meningkatkan produksi padi.
Pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung program swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Ibu Paniyem menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Babinsa kepada para petani.
Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian memberikan motivasi dan rasa percaya diri bagi petani untuk tetap melanjutkan masa tanam meski menghadapi musim kemarau.”
Kami merasa lebih bersemangat karena Babinsa selalu hadir memberikan pendampingan dan motivasi. Dukungan ini membuat kami semakin optimistis menyelesaikan masa tanam hingga panen,” ungkapnya.
Melalui kegiatan komunikasi sosial tersebut, Babinsa Koramil 13/Nogosari tidak hanya mempererat hubungan dengan masyarakat, tetapi juga memastikan petani memperoleh dukungan moral dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian.
Sinergi antara TNI dan petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Boyolali.(Red)

