26 Februari 2026

Inovasi “Salam Besti Muda” Dorong Keberhasilan Puskesmas Maos Tangani Stunting-TBC


Kawanindonesia.id – Puskesmas Maos Kabupaten Cilacap meraih capaian gemilang dalam penanganan stunting dan tuberkulosis (TBC) sepanjang 2024–2025.

Keberhasilan ini tidak lepas dari inovasi berbasis masyarakat bernama “Selamanya Bebas Stunting, TBC Dimulai dari Desa” (Salam Besti Muda), yang mendorong sinergi tim solid dan kolaborasi lintas sektor Kepala Puskesmas Maos, Armiza, S.K.M., M.M.,

“menjelaskan bahwa program ini menitikberatkan pelayanan langsung ke masyarakat, sesuai dengan rencana pembangunan nasional.


“Kami menjalankan program puskesmas dan nasional dengan teamwork kompak. Kekompakan dan komitmen seluruh personel membuat pencapaian program lebih terukur dan meningkat,” ujar Armiza, Rabu (4/2/2026).


Salam Besti Muda mengedepankan deteksi dini dan pencegahan kasus TBC serta stunting melalui pendekatan desa-sekolah.

Puskesmas Maos juga mengimplementasikan Gerakan Anak Sekolah Taklukkan TBC (GERTAK TB), yang menjadikan anak sekolah sebagai kader keluarga.

Dengan skema satu desa satu sekolah, program ini memastikan deteksi dini berjalan dari desa ke sekolah, meningkatkan kesadaran dan respons cepat terhadap TBC.


Dalam pelaksanaan skrining, Puskesmas Maos menggunakan Tes Mantoux, Tes Darah, Tes Dahak (BAAR), dan Tes Cepat Molekuler (TCM).

“Satu sampel ditemukan, kami lakukan investigasi kontak menyeluruh.

Pasien segera terapi dan rantai penularan terputus,” jelas Armiza.

Data desa juga dikawal melalui pertemuan RT dan perangkat desa untuk diseminasi informasi dan solusi, sehingga pemahaman masyarakat meningkat.


Optimalisasi pelayanan internal turut mendukung pencapaian ini. Puskesmas menambah loket pendaftaran menjadi tiga, menyediakan poli khusus sesuai klaster Infeksi Lingkungan Primer (ILP) untuk ibu hamil,

Dewasa, dan lansia, serta menambah tenaga medis pemeriksa dari satu menjadi dua orang.

Kunjungan harian yang sebelumnya rata-rata 120 orang melonjak hingga 250 pasca-libur, dengan target penyelesaian jam 11.30 WIB. “Pelayanan cepat, antrean minim,” pungkas Armiza.


Keberhasilan Puskesmas Maos selama 2024–2025 tidak hanya meningkatkan penemuan kasus dan layanan medis,

Tetapi juga menguatkan promosi kesehatan, edukasi masyarakat, dan implementasi program puskesmas sebagai sahabat masyarakat menuju sehat.


“Inovasi Salam Besti Muda membuktikan bahwa sinergi tim, kolaborasi lintas sektor, dan keterlibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan penanganan stunting dan TBC di Maos,” tutup Armiza. (Red)

Berita Terkait