Kawanindonesia.web.id – Balai Pemuda Surabaya dipenuhi pengunjung yang ingin mengenang maestro musik Indonesia, Gombloh, melalui rangkaian kegiatan bertajuk “Gombloh: Bukan Hanya di Radio”, Selasa (7/7/2026).
Acara yang berlangsung di Galeri Merah Putih itu menghadirkan pameran foto, pertunjukan musik, diskusi budaya, hingga penampilan berbagai komunitas seni sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan dan warisan karya Gombloh.
Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk menyaksikan dokumentasi perjalanan hidup Gombloh sekaligus menikmati penampilan para musisi yang membawakan lagu-lagu ciptaannya.
Antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa karya-karya Gombloh masih memiliki tempat istimewa di hati pecinta musik Indonesia, meski telah melewati lintas generasi.Salah satu penampilan yang menyita perhatian datang dari musisi Cep Ocim asal Serang, Banten.
Ia membawakan dua lagu legendaris Gombloh, “Jamilah Penghuni Lorong Hitam” dan “Lepen”, dengan penuh penghayatan.
Penampilannya mendapat sambutan hangat dari penonton yang ikut bernyanyi dan memberikan tepuk tangan meriah sepanjang pertunjukan.
Melalui lagu-lagu tersebut, Cep Ocim kembali menghidupkan pesan-pesan sosial yang menjadi ciri khas karya Gombloh.
Lirik-lirik yang mengangkat kehidupan masyarakat, kritik sosial, dan nilai kemanusiaan terasa tetap relevan dengan kondisi saat ini, sehingga mampu menyentuh penonton dari berbagai usia.
Selain pertunjukan musik, panitia juga menghadirkan pameran foto yang menampilkan berbagai dokumentasi perjalanan hidup dan karier Gombloh.
Koleksi foto tersebut memperlihatkan kiprah sang maestro sejak awal meniti karier di Surabaya hingga dikenal luas sebagai musisi yang melahirkan banyak karya monumental bagi dunia musik Indonesia.
Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat sosok Gombloh beserta pemikiran yang dituangkannya melalui lagu-lagu.
Pengunjung dapat menyaksikan arsip, dokumentasi, dan berbagai materi yang menggambarkan kontribusi besar Gombloh terhadap perkembangan seni dan budaya nasional.
Panitia menjadwalkan kegiatan berlangsung hingga 8 Juli 2026 dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni lainnya.
Sejumlah kelompok seperti Ludruk Luntas Indonesia, Simpang Musim, serta komunitas seni dan musisi independen turut ambil bagian untuk memeriahkan perayaan sekaligus menjaga agar karya-karya Gombloh terus hidup di tengah masyarakat.
Melalui penyelenggaraan “Gombloh: Bukan Hanya di Radio”, Balai Pemuda Surabaya kembali menjadi ruang yang menghubungkan sejarah, seni, dan generasi masa kini.
Kegiatan ini menegaskan bahwa Gombloh tidak hanya dikenang sebagai pencipta lagu legendaris, tetapi juga sebagai seniman yang mewariskan nilai-nilai kemanusiaan,
kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia melalui setiap karya yang diciptakannya.(Geng)

