Kawanindonesia.web.id – Pengamat sosial Jacob Ereste menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam mendorong terwujudnya bangsa yang lebih baik, manusiawi, religius, dan beradab.
Menurutnya, generasi muda tidak hanya bertanggung jawab menempuh pendidikan formal, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial, kebangsaan, dan demokrasi.
Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan di Banten, Jumat (3/7/2026), Jacob mengatakan aksi dan unjuk rasa mahasiswa merupakan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat yang dapat mencerminkan kepedulian terhadap kondisi bangsa.
Ia berpendapat gerakan mahasiswa lahir dari kesadaran untuk ikut mengawal kepentingan masyarakat dan mendorong perbaikan tata kelola negara.
Jacob menegaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, ia mendorong pemerintah dan seluruh elemen bangsa untuk memberikan dukungan yang berkelanjutan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, penyediaan fasilitas pendidikan,
hingga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi melalui pelatihan, riset, dan kegiatan akademik.
Selain itu, Jacob mengingatkan agar idealisme mahasiswa tidak dipengaruhi oleh kepentingan pihak tertentu.
Menurutnya, berbagai bentuk intervensi, intimidasi, maupun upaya mengarahkan gerakan mahasiswa demi kepentingan di luar aspirasi publik berpotensi melemahkan peran generasi muda sebagai agen perubahan.
Ia juga menilai mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengembangkan wawasan, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan secara konstitusional.
Dalam pandangannya, partisipasi aktif mahasiswa menjadi salah satu elemen penting dalam memperkuat kehidupan demokrasi dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Jacob turut menyoroti pentingnya membangun Indonesia dengan mengedepankan etika, moral, dan nilai-nilai spiritual.
Menurutnya, pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan karakter, integritas, serta penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan ruang yang sehat bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Menurut Jacob, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat akan melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, serta mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju dan beradab.
Di akhir pernyataannya, Jacob menegaskan bahwa mahasiswa merupakan aset bangsa yang harus dijaga idealisme dan independensinya.
Ia berharap semangat belajar, kepedulian sosial, dan komitmen terhadap kepentingan rakyat terus menjadi landasan generasi muda dalam mengawal masa depan Indonesia.(Kontributor Yacob)

