26 Februari 2026

Peringatan Seabad NU, Peran Strategis NU dalam Menjaga Keutuhan Bangsa Disorot

Kawanindonesia.id Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis.

Organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut dalam menjaga keutuhan bangsa.

Selama satu abad perjalanan Indonesia, NU dinilai konsisten berkontribusi sebagai penjaga persatuan.

Harmoni sosial, dan moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.


Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS, Puguh Wiji Pamungkas.

menilai NU telah membuktikan diri sebagai kekuatan sosial dan kultural yang mampu menjadi perekat bangsa di berbagai fase sejarah nasional.


“NU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi pilar persatuan nasional yang berperan besar menjaga keseimbangan antara nilai agama, budaya, dan kehidupan bernegara,” ujar Puguh dalam keterangannya, Sabtu (1/2/2026).


Menurutnya, konsistensi NU dalam mengembangkan Islam rahmatan lil ‘alamin yang moderat, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai kebangsaan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Puguh menegaskan, peringatan seabad NU tidak boleh berhenti pada perayaan simbolik atau romantisme sejarah.

Momentum ini harus dimanfaatkan sebagai titik tolak penguatan peran umat dan bangsa .

Dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,

seperti polarisasi sosial, krisis moral, hingga dinamika geopolitik dunia.


Ia juga menyampaikan komitmen Gemantara Indonesia untuk terus bersinergi dengan NU .

Dalam memperjuangkan nilai keadilan sosial, demokrasi, serta kesejahteraan rakyat.


Selain itu, Puguh memberikan perhatian khusus pada peran generasi muda NU.

Ia mendorong kader-kader muda NU untuk tampil sebagai agen perubahan, motor inovasi, dan pemimpin masa depan yang mampu menjaga kesinambungan nilai-nilai perjuangan para ulama pendiri NU.


“Generasi muda NU harus berani mengambil peran strategis dan menghadirkan pembaruan, tanpa meninggalkan akar tradisi dan nilai luhur yang menjadi jati diri NU,” tegasnya.


Lebih lanjut, ia berharap semangat satu abad NU dapat menjadi energi kolektif dalam memperkuat keutuhan bangsa dan membangun Indonesia yang adil, makmur, serta bermartabat.


“Semangat seabad NU harus kita jadikan kekuatan bersama untuk menjaga persatuan nasional dan masa depan bangsa,” pungkasnya.(Wati)

Berita Terkait