Kawanindonesia.id,Pameran buku internasional Big Bad Wolf (BBW) kembali digelar di Jawa Timur dan langsung disambut antusias oleh masyarakat.
Ribuan pengunjung memadati area pameran sejak hari pertama, menandai tingginya minat warga terhadap kegiatan literasi dan budaya baca.(30/01/26)
Pembukaan BBW 2026 dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, bersama Founder Big Bad Wolf, Andrew Yap.
Penyelenggaraan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan satu dekade kehadiran BBW yang konsisten membawa buku-buku berkualitas dengan harga terjangkau ke berbagai kota.
Aries menegaskan bahwa kehadiran kembali pameran buku berskala internasional ini menjadi momentum penting untuk mendorong literasi Jawa Timur agar semakin progresif dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Literasi harus bergerak mengikuti perubahan. Tidak hanya membaca teks, tetapi juga memahami informasi, berpikir kritis, dan membuka wawasan global. Akses terhadap buku yang beragam adalah kuncinya,” ujarnya.
Ribuan judul buku dari berbagai kategori ditawarkan, mulai dari buku anak, sastra, pengembangan diri, bisnis, hingga sains populer dan referensi internasional.
Keragaman ini dinilai mampu menjangkau kebutuhan pembaca lintas usia, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Usai seremoni pembukaan, Kadindik Jatim meninjau sejumlah stan dan mengapresiasi kurasi buku yang semakin variatif, termasuk banyaknya pilihan bacaan yang mendukung pembelajaran modern dan literasi digital.
Tingginya kunjungan generasi muda menjadi sorotan tersendiri. Banyak pelajar dan mahasiswa memanfaatkan pameran ini untuk menambah koleksi bacaan,
“Sekaligus menjadikan kegiatan berburu buku sebagai aktivitas rekreatif yang edukatif.
Menurut Aries, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Ia berharap pameran ini dapat memicu gerakan membaca tidak hanya selama acara berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah.
Dengan kembalinya Big Bad Wolf ke Jawa Timur, diharapkan lahir dorongan baru menuju budaya literasi yang lebih maju,
Terbuka, dan progresif, sebagai fondasi pembentukan sumber daya manusia yang cerdas dan berdaya saing global.(Yud)

