Kawanindonesia.id– Sumur air milik warga di Dusun Duko, Desa Penyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, yang mengeluarkan cairan diduga mengandung minyak bumi, menjadi sorotan berbagai pihak.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mengapresiasi respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama SKK Migas dalam menangani temuan tersebut.
Ketua Komisi D DPRD Jatim, Abdul Halim, menilai langkah peninjauan lapangan dan pengambilan sampel yang segera dilakukan merupakan bentuk kesigapan pemerintah dalam merespons laporan masyarakat.
“Begitu ada laporan, ESDM Provinsi Jawa Timur bersama SKK Migas langsung turun ke lokasi.
Ini patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen untuk melindungi masyarakat dan menangani persoalan secara profesional,” ujar Abdul Halim, Selasa (21/1/2026).
Ia menegaskan, penanganan temuan sumur tersebut harus dilakukan secara hati-hati dan berbasis kajian ilmiah.
Menurutnya, hasil uji laboratorium menjadi kunci untuk menentukan langkah lanjutan yang tepat.
“Semua pihak harus menunggu hasil uji laboratorium.
Jangan berspekulasi, karena yang terpenting saat ini adalah keselamatan warga,” tegas politisi Fraksi Partai Gerindra itu.
Secara geografis, lanjut Abdul Halim, wilayah Klampis berada tidak jauh dari area eksploitasi minyak dan gas West Madura Offshore (WMO).
Meski demikian, ia menekankan bahwa kedekatan tersebut tidak bisa serta-merta dijadikan kesimpulan tanpa dasar ilmiah.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Jawa Timur, Aris Mukiyono, menjelaskan bahwa sumur tersebut awalnya merupakan pengeboran air bersih dengan kedalaman sekitar 105 meter di halaman rumah warga.
Cairan diduga berminyak muncul saat pompa dioperasikan pertama kali.
Menindaklanjuti temuan tersebut, ESDM Jatim bersama SKK Migas dan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) telah mengambil sampel air dari beberapa kedalaman untuk diuji lebih lanjut.
“Sambil menunggu hasil uji laboratorium, kami telah mengimbau warga agar tidak memanfaatkan cairan tersebut dan menghindari aktivitas berisiko di sekitar lokasi,” kata Aris.
DPRD Jatim berharap hasil uji laboratorium dapat segera diumumkan secara terbuka kepada masyarakat,
sehingga memberikan kepastian serta menjadi dasar penanganan lanjutan yang tepat dan aman bagi warga Bangkalan.(Ipul)

