SIDOARJO –kawanindonesia.id Bupati Sidoarjo H. Subandi menunjukkan empati dan kepedulian dengan bertakziah ke rumah duka Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Sidoarjo yang meninggal dunia akibat kecelakaan.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk belasungkawa sekaligus dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan,(17/01/26)
Diketahui, dua Praja IPDN Jatinangor Angkatan XXXIII asal Sidoarjo, yakni Adinata Ali Putra Rizqullah dan Adzra Sybil Alvina,
Meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan yang terjadi pada Kamis sore (15/1).
Saat musibah tersebut terjadi, keduanya tengah melaksanakan tugas akhir sebagai Praja IPDN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Adinata Ali Putra Rizqullah tercatat sebagai warga Desa Ponokawan, Kecamatan Krian, sedangkan Adzra Sybil Alvina merupakan warga Kelurahan Urangagung, Kecamatan Sidoarjo.
Almarhumah Adzra juga diketahui sebagai putri dari Camat Wonoayu, Anwar.
Pada Jumat (16/1), Bupati Subandi bersama istri, Hj. Sriatun, mendatangi rumah duka Adzra Sybil Alvina.
Dalam suasana duka, Bupati menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga serta memberikan penguatan agar tetap tabah dan ikhlas menghadapi cobaan tersebut.
“Yang sabar dan ikhlas, Pak. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya,” ujar Bupati Subandi.
Bupati Subandi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo turut merasakan kehilangan besar atas wafatnya dua Praja IPDN tersebut.
Menurutnya, keduanya merupakan putra-putri terbaik daerah yang dipersiapkan menjadi aset bangsa dan calon pemimpin pemerintahan di masa depan.
“Mereka adalah generasi muda pilihan yang disiapkan untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat, Kehilangan ini tentu menjadi duka bagi kita semua,” ungkapnya.
Meski takdir berkata lain, Bupati Subandi menyampaikan rasa bangga atas dedikasi dan semangat pengabdian yang telah ditunjukkan oleh kedua praja tersebut.
Ia berharap semangat tersebut dapat terus diwarisi dan dilanjutkan oleh Praja IPDN lainnya, khususnya yang berasal dari Kabupaten Sidoarjo.
Kehadiran Bupati Subandi di rumah duka menjadi simbol kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat.
Terutama dalam memberikan empati dan dukungan di saat warganya mengalami musibah. (Lia)

