Tulungagung, kawanindonesia.id 7 Januari 2026 — Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) terus memperkuat sumber daya manusia (SDM) pendidikan melalui penanaman nilai profesionalisme bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Penekanan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,
Aries Agung Paewai, saat kegiatan Penghadapan PPPK Paruh Waktu Formasi Tahun 2024 di Aula SMKN 3 Boyolangu,
Tulungagung, Kamis (8/1/2026).
Sebanyak 950 PPPK paruh waktu dari berbagai satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah Tulungagung dan Trenggalek mengikuti kegiatan tersebut.
Para peserta berasal dari beragam latar belakang tugas dan fungsi yang diharapkan mampu menopang peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah.
Didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Tulungagung–Trenggalek, Dian Pemilu Sari, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa keberadaan PPPK paruh waktu tidak boleh hanya dimaknai sebagai pemenuhan administrasi kepegawaian.
Lebih dari itu, mereka harus menjadi bagian dari penguatan kinerja dan transformasi budaya kerja aparatur pendidikan.
“Profesionalisme menjadi kunci utama. PPPK paruh waktu harus bekerja dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen, sehingga kehadirannya benar-benar memberi manfaat nyata bagi sekolah dan peserta didik,” tegas Aries.
Ia menjelaskan bahwa paradigma kerja aparatur pendidikan saat ini harus bergeser dari sekadar rutinitas menuju kerja berbasis kinerja dan capaian.
Menurutnya, kualitas hasil kerja dan dampak yang dihasilkan jauh lebih penting dibandingkan sekadar kehadiran fisik atau lamanya waktu bekerja.
“Bukan soal lama bekerja, tetapi seberapa besar kontribusi yang diberikan. Setiap PPPK harus memahami peran strategisnya dalam mendukung proses pendidikan,” lanjutnya.
Selain itu, Aries mendorong PPPK paruh waktu untuk bersikap proaktif dan peka terhadap permasalahan di lingkungan sekolah.
Ia menilai, inisiatif dan kemampuan memberikan solusi menjadi bagian dari profesionalisme aparatur pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Kadindik Jatim juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan sekolah.
Lingkungan belajar yang kondusif dinilai akan mendukung pembelajaran yang efektif serta pembentukan karakter peserta didik.
“Lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman merupakan tanggung jawab kita bersama. Dari lingkungan yang baik akan lahir proses pendidikan yang baik pula,” ujarnya.
Melalui kegiatan penghadapan ini, Dindik Jatim berharap seluruh PPPK paruh waktu dapat memahami perannya sebagai bagian penting dari SDM pendidikan Jawa Timur,
serta mampu menjalankan tugas secara profesional demi terwujudnya layanan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat.(Bgs)

