Warga Jember Selatan Geruduk Forum Konsolidasi, Tuntut IMASCO Bertanggung Jawab atas Korban dan Dampak Lingkungan

Kawanindonesia.web.id – Ratusan warga yang tergabung dalam gerakan Jember Selatan Bersatu menggeruduk forum konsolidasi di kawasan Puger, Kabupaten Jember, Minggu (26/04/2026).

Mereka menyuarakan tuntutan tegas agar perusahaan IMASCO bertanggung jawab atas berbagai dampak yang dinilai merugikan masyarakat,

termasuk korban kecelakaan dan persoalan lingkungan.Warga memadati kegiatan bertajuk “Memahami Bersama, Mencari Solusi” yang digelar sebagai ruang terbuka untuk menyampaikan aspirasi.

Dalam forum tersebut, warga secara lantang mengungkapkan kekecewaan terhadap perusahaan yang dinilai tidak menepati janji serta abai terhadap keselamatan masyarakat sekitar.

Perwakilan warga menegaskan bahwa dalam radius sekitar dua kilometer dari area perusahaan, telah terjadi sejumlah kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

Mereka menduga aktivitas kendaraan berat milik perusahaan menjadi salah satu penyebab utama kejadian tersebut.

“Kami sudah terlalu lama menunggu tanggung jawab nyata. Kecelakaan terus terjadi dan korban terus berjatuhan,” ujar salah satu warga.

Warga juga mempersoalkan nilai santunan sebesar Rp10 juta yang dinilai tidak layak dan tidak mencerminkan keadilan.

Mereka menilai nilai tersebut sangat jauh dari rasa kemanusiaan.Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, yang hadir dalam forum tersebut menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

Ia menyebut persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan santunan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab hukum dan moral perusahaan.

Heru mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap operasional IMASCO.

Ia juga membuka peluang langkah hukum jika ditemukan adanya pelanggaran.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa mekanisme penyaluran program CSR perusahaan akan diperbaiki dengan menyalurkannya langsung kepada paguyuban desa terdampak.

MAKI Jatim juga berencana membentuk tim khusus untuk meneliti dampak lingkungan,

termasuk potensi pengaruh terhadap sektor pertanian dan kondisi laut di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Warga turut menyoroti minimnya penyerapan tenaga kerja lokal. Mereka menilai perusahaan belum memberikan kontribusi maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LSM Laskar Jahanam, Dwi Agus Budianto, mengajak masyarakat untuk bersatu dalam memperjuangkan hak mereka.

Ia menegaskan bahwa kekuatan masyarakat terletak pada solidaritas dan persatuan.Forum konsolidasi tersebut menjadi momentum penting bagi warga Jember Selatan

untuk memperkuat gerakan bersama dalam menuntut keadilan, transparansi,

serta tanggung jawab perusahaan atas dampak yang dirasakan masyarakat.(Yud)

Berita Terkait