Keterangan foto:Mantan Kepala MI6 peringatkan ketangguhan Iran dan dorong jalur diplomasi untuk meredakan konflik.
Kawanindonesia.id — Mantan Kepala MI6, layanan intelijen rahasia Inggris, memperingatkan bahwa rezim Iran Bu menunjukkan ketangguhan yang lebih besar dari perkiraan Barat di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Ia menilai tekanan militer Barat berisiko memicu eskalasi konflik lebih luas dan mendorong penggunaan jalur diplomasi sebagai solusi strategis.
Middle East Monitor
Dalam wawancara dengan The Economist, eks‑bos MI6, Sir Alex Younger, menyatakan bahwa Iran berhasil mempertahankan daya tahannya
bahkan di bawah serangan udara yang intensif karena strategi militer dan geopolitik yang matang.
Ia menyebut Iran memiliki posisi yang kuat dalam konflik dan bahkan memiliki “upper hand” dibanding pihak lain.
Middle East Monitor + 1
Younger menekankan bahwa ketahanan Iran tidak hanya berasal dari kekuatan militer
konvensional, tetapi juga karena strategi asimetris, pengelolaan sumber daya,
serta kemampuan mengubah konflik menjadi sengketa global.
Hal ini membuat pilihan militer bagi Amerika Serikat dan sekutunya semakin terbatas dan berisiko tinggi, kata dia.
Anadolu Ajansı
Menurut analis intelijen itu, tekanan militer yang berlebihan justru dapat menguatkan solidaritas nasional di Teheran dan memperkuat dukungan domestik terhadap rezim Iran.
Karena itu, ia menyarankan agar Barat lebih mengedepankan diplomasi dan negosiasi bawah tanah, daripada konfrontasi fisik langsung.
Pendekatan ini dinilai lebih realistis untuk meredakan ketegangan dan menghindari krisis keamanan global yang sulit dikendalikan.
Middle East Monitor
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah,
“termasuk serangan rudal Iran dan respons militer dari Amerika Serikat dan Israel.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran global tentang kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas dan dampaknya pada stabilitas regional serta pasar energi internasional.
Para pengamat menyimpulkan bahwa peringatan dari mantan Kepala MI6 ini menunjukkan pentingnya
keseimbangan antara tindakan militer dan diplomasi dalam meredakan konflik yang kompleks seperti yang terjadi antara Barat dan Iran saat ini.(Red)
