Momentum Lebaran, Mudik Jadi Ajang Mempererat Hubungan Keluarga

Keterangan Foto:Kebersamaan keluarga saat momen mudik Lebaran di kampung halaman.

Kawanindonesia.id Tradisi mudik saat Idul Fitri terus menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk mempererat hubungan keluarga. (24/03/26)

Setiap tahun, jutaan perantau kembali ke kampung halaman demi berkumpul dengan orang tua, saudara, dan kerabat dekat.


Penulis dan jurnalis senior, Jacob Ereste, menilai bahwa mudik bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan sarana memperkuat ikatan emosional dan spiritual yang kerap terpisah oleh jarak dan waktu.


“Momentum Lebaran menjadi kesempatan terbaik untuk kembali menyambung hubungan keluarga yang mungkin renggang karena kesibukan,” ujar Jacob.


Ia menegaskan bahwa tradisi mudik memiliki nilai yang tidak tergantikan.

Selain mempertemukan keluarga, mudik juga menghadirkan suasana kebersamaan yang sarat makna,

mulai dari makan bersama, saling bermaafan, hingga berbagi cerita kehidupan.


Pendapat tersebut diamini oleh Finda yang menyebut bahwa mudik merupakan tradisi yang harus dijaga.

Ia menilai kesempatan untuk pulang kampung tidak selalu dimiliki setiap orang,

sehingga momen tersebut perlu dimanfaatkan sebaik mungkin.


“Kita harus menghargai kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga.

Itu adalah kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan materi,” katanya.


Selain mempererat hubungan keluarga, mudik juga menjadi ajang memperkuat tali persaudaraan dengan tetangga dan masyarakat di kampung halaman.

Interaksi sosial yang terjalin selama Lebaran dinilai mampu memperkokoh nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.


Jacob Ereste juga menyoroti bahwa tradisi ini mencerminkan kuatnya akar budaya masyarakat Indonesia.

Menurutnya, meskipun kehidupan modern terus berkembang, masyarakat tetap menjaga nilai-nilai kekeluargaan yang diwariskan secara turun-temurun.


Ia menambahkan bahwa pengalaman batin yang dirasakan saat mudik tidak dapat digantikan oleh hal lain.

Momen tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya yang harus terus dilestarikan.


Dengan demikian, mudik tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi sarana penting

untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat Indonesia. (Red)

Berita Terkait