
admin@kawanindonesia.web.id
Bogor,KawanIndonesia.Id – Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Kusuma Bangsa yang beralamat di Jalan Raya Ciapus belakang Komplek Badak Putih Rt 03/04 wilayah Desa Kota Batu,Kecamatan Ciomas,Kabupaten Bogor dalam rangka mengisi bulan Suci Ramadhan 1447 H menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat ( Sanlat ) bertajuk “Ekologi”
Menurut Muhamad Hidayat,S.P.d selaku Wakil Kepala Sekkolah Bidang Kesiswaan kepada media ini mengatakan,kegiatan sanlat yang dilaksanakan merupakan rutin setiap bulan Ramadhan,sedangkan dalam kegiatan untuk tahun 2026 kegiatan tersebut Hibrid KBM bertajuk”Sanlat Ekologi”
Kemudian ada One day one hadis itu kegiatan pagi harinya Salat duha, tausiah anak nanti di, minggu berikutnya di hari Senin sampai Rabu Ada tadabur secara visual.
Sedangkan untuk Kamis, Jumat, Sabtu tadabur visual. Kemudian kemarin baru selesai kegiatan Senin kemarin,adapun untuk jari Senin, Selasa, Rabu, itu 3 hari itu kita ada aksi nyata ekologi.kerantan, ya. Ya, kemudian ada apa lagi,wakaf Alquran Itu juga ada.
Kemudian ada,aksi ekologi,vertikal garden. Vertikal garden,dan selesai. Alhamdulillah, pada 4 Maret 2026 kita ditutup kegiatan Sanlat tersebut oleh pengawas Bapak Udin Amirudin dan Kepala sekolah SMK Kubang Bapak Idris.
Sedangkan aplikasi daripada kegiatan yang sudah dilaksanakan Alhamdulillah,ada pertumbuhan, dari anak terkait dengan ekologi dan itu lebih ke ekosistem alam.
Sehingga peserta didik dapat memaknai akan kecintaan terhadap alam dengan menjaga,melestrarikan dan juga melakukan penanaman pohon baik itu di rumah juga ada. jadi tidak hanya di sekolah saja.
Bahkan, rantangannya juga itu di dalam rumah. mereka berbagi, berkunjung ke sanak saudaranya, itu kita berikan video dan fotonya juga kita tugaskan seperti itu.
mungkin dengan kegiatan yang saat ini dilaksanakan,kegiatan Ramadhan,anak-anak bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya dari pesantren ekologi, anak-anak mungkin bisa lebih tahu, memahami makna dari manfaat penghijauan itu bagaima Menanam pohon di rumahnya, menjaga tanaman.
Menjaga ekosistem yang ada di lingkungan,sehingga mereka tidak membuang sampah sembarangan,seperti contohnya namanya Pulau Sabah kita tidak akan melihat sampah berserakan,bahkan kita tayangkan sehingga peserta didik dapat mengplikasikannya baik dilingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Dengan harapan mereka bisa lebih menghargai lagi, buang sampah itu tidak ke sungai-sungai, solokan,selain itu juga rantangannya juga menjadikan anak-anak bisa lebih dekat dengan sanak saudaranya,bersilaturahmi dengan sanak saudaranya,jadi, sebelum ke orang lain, mungkin keluarganya dulu yang lebih diperhatikan,”pungkasnya. ( Kaperwil Jawa Barat : Bambang Saputro,ST.,Gr )
