26 Februari 2026

Dana Abadi Pendidikan Jadi Sorotan, DPR Tekankan Pengawasan Ketat

Kawanindonesia.id – Dana Abadi Pendidikan kembali menjadi sorotan publik menyusul polemik yang melibatkan salah satu penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

DPR RI melalui Komisi XI menegaskan pentingnya pengawasan ketat agar pengelolaan dana tersebut tetap akuntabel dan tepat sasaran.


Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Habib Idrus Al Jufri, menyatakan bahwa Dana Abadi Pendidikan merupakan instrumen strategis negara dalam membangun sumber daya manusia unggul.

Karena itu, tata kelola dan mekanisme pengawasan harus terus diperkuat.


“Dana Abadi Pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa. Setiap rupiah yang dikelola harus memberikan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia,” ujar Habib Idrus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/2).


Ia menjelaskan, Dana Abadi Pendidikan yang nilainya telah mencapai ratusan triliun rupiah dikelola untuk membiayai ribuan mahasiswa Indonesia setiap tahun,

Baik di dalam negeri maupun di berbagai perguruan tinggi dunia.

Pembiayaan tersebut mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, hingga fasilitas pendukung lainnya.


Menurutnya, polemik yang muncul seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola LPDP, bukan sekadar respons terhadap isu sesaat.

Penguatan sistem seleksi, transparansi penggunaan dana, serta mekanisme pemantauan kontribusi alumni dinilai menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.


Habib Idrus menegaskan, selain prestasi akademik, seleksi penerima beasiswa juga perlu mempertimbangkan komitmen kebangsaan dan kesiapan untuk mengabdi setelah menyelesaikan studi.

Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana yang bersumber dari uang rakyat.


“Kepercayaan masyarakat adalah fondasi utama keberlanjutan program ini.

“Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara konsisten dan berkala,” tegasnya.


Sebagai mitra pengawasan kebijakan fiskal, Komisi XI DPR RI berkomitmen mendorong penguatan tata kelola Dana Abadi Pendidikan agar tetap sejalan dengan tujuan awalnya,

yakni meningkatkan daya saing Indonesia melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kepemimpinan global.


DPR berharap Dana Abadi Pendidikan tidak hanya menjadi program pembiayaan studi,

Tetapi benar-benar menjadi investasi produktif yang menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional di masa depan.(Red)

Berita Terkait