Kawanindonesia.id – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Pemerintah Kabupaten Lamongan memastikan upaya penanganan banjir di sejumlah wilayah terdampak berjalan maksimal.
Bupati Yuhronur Efendi menegaskan, seluruh langkah telah dipersiapkan agar genangan air dapat surut sebelum puasa dimulai.
Sejak Rabu (28/2/2026), enam unit pompa tambahan telah dipasang di Sluis Kuro, Kecamatan Karangbinangun.
Pompa tersebut terdiri dari dua unit dari BBWS Bengawan Solo, tiga unit dari PU SDA Provinsi Jatim,
“dan satu unit dari BPBD Jatim, dengan kapasitas total mampu mengeluarkan hingga 2.500 liter air per detik.
Selain itu, pengelolaan Waduk Gondang Sugio dilakukan secara hati-hati untuk menyalurkan air ke waduk-waduk kecil di sekitarnya,
sehingga aliran genangan di wilayah permukiman dapat berkurang secara signifikan.
“Dengan tambahan pompa dan pengaturan waduk, kami optimistis banjir akan segera teratasi.
Perbedaan tinggi antara Kuro luar dan Kuro dalam saat ini masih sekitar satu meter, namun proses pengurangan terus dilakukan,” kata Bupati Yuhronur.
Pemkab Lamongan juga menyalurkan bantuan sembako untuk warga terdampak, termasuk Desa Sidomulyo (Kecamatan Deket), Desa Soko, dan Desa Blawi (Kecamatan Karangbinangun).
Bantuan ini diberikan agar masyarakat dapat menjalani Ramadhan dengan lancar meski kondisi akses masih terbatas akibat genangan air.
Bupati menambahkan, koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat, termasuk monitoring intensif dengan pihak provinsi.
Langkah ini diambil agar penanganan banjir tidak hanya tuntas sebelum Ramadhan, tetapi juga mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat dan kerusakan infrastruktur.
“Prioritas kami adalah keselamatan warga dan kelancaran aktivitas menjelang Ramadhan. Semoga cuaca mendukung, dan bantuan serta upaya kami dapat bermanfaat optimal,” pungkasnya.(Red)

