26 Februari 2026

Kunjungan Kerja ke AS, Indonesia Amankan MoU Bernilai US$ 8,7 Miliar

kawanindonesia.– Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Washington, D.C. membuahkan hasil konkret.

Dalam rangkaian forum bisnis dan dialog strategis, Indonesia berhasil mengamankan sedikitnya 12 nota kesepahaman (MoU) dengan nilai indikatif mencapai US$ 8,7 miliar.

Kesepakatan tersebut mencakup sektor energi, hilirisasi mineral, manufaktur, agribisnis, pangan, kesehatan, hingga ekonomi digital.

Pemerintah menargetkan kerja sama ini mampu mendorong tambahan ekspor nasional hingga sekitar US$ 5 miliar per tahun,

sekaligus memperluas peluang kerja di berbagai sektor produktif.

Presiden Prabowo memimpin langsung lebih dari 15 pertemuan resmi selama tiga hari,

“termasuk forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan investor dan mitra strategis Amerika Serikat.

Lawatan ini difokuskan untuk memperkuat perdagangan bilateral yang saat ini berada di kisaran US$ 40 miliar per tahun agar meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan.

Selain perdagangan, kerja sama juga diarahkan pada penguatan rantai pasok dan modernisasi infrastruktur logistik.

Sejumlah komitmen investasi mencakup pengembangan pelabuhan, fasilitas pengolahan mineral,

“serta dukungan pembiayaan industri berorientasi ekspor.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Bahlil Lahadalia turut memimpin pertemuan teknis dengan investor sektor energi dan mineral.

Beberapa komitmen awal difokuskan pada pembangunan smelter, pengembangan bahan baku baterai kendaraan listrik, serta penguatan industri energi terbarukan.

Pemerintah menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk harus memberikan nilai tambah di dalam negeri,

termasuk kewajiban transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia,

serta penyerapan tenaga kerja lokal secara maksimal.

Di luar aspek ekonomi, Presiden juga menekankan pentingnya stabilitas kawasan Indo-Pasifik dan penguatan kerja sama multilateral sebagai fondasi kepercayaan global terhadap Indonesia.

Pemerintah berharap realisasi MoU senilai US$ 8,7 miliar tersebut segera ditindaklanjuti dalam bentuk proyek konkret,

“sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha nasional, pekerja, dan masyarakat luas.(Red,)

Berita Terkait