27 Februari 2026

Jatim Dorong UMKM dan Kendalikan Inflasi Lewat Pasar Murah Ramadhan

Kawanindonesia.id // Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah Gebyar Ramadhan 2026 sebagai langkah strategis

untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok sekaligus mendukung pelaku UMKM di seluruh daerah.

Kegiatan ini berlangsung sejak Rabu (18/2/2026) dan dijadwalkan hingga 13 Maret 2026 di halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.


Pasar murah ini digelar sebagai bagian dari pengendalian inflasi kelompok volatile food, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri,

“ketika permintaan masyarakat terhadap bahan pokok cenderung meningkat.

Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga menjadi wadah promosi bagi 17 UMKM sektor makanan dan minuman yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.


Kepala Bidang Pembangunan Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim, Yudi Arianto,

menjelaskan bahwa pasar murah tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas harga, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha.


“Selain menjadi ajang promosi bagi pelaku industri kecil menengah, kegiatan ini menggerakkan roda perekonomian daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah,” ujarnya.


Data dari aplikasi pemantauan harga barang kebutuhan pokok Siskaperbapo mencatat beberapa komoditas yang menjadi perhatian,

“antara lain cabai rawit merah, cabai merah besar, dan daging ayam ras.

Kenaikan harga cabai disebabkan oleh belum optimalnya hasil produksi di sejumlah wilayah sentra akibat faktor cuaca. Diperkirakan panen cabai baru akan mulai pada April–Mei 2026.

Sementara itu, permintaan masyarakat yang meningkat mendorong naiknya harga daging ayam ras.


Selama dua minggu terakhir, harga cabai rawit naik 33,62 persen, cabai merah besar 16,00 persen, dan daging ayam ras 11,17 persen.

Meski demikian, angka tersebut lebih terkendali dibanding lonjakan pada 3 Februari 2026, ketika harga cabai rawit sempat melonjak

“hingga 75,04 persen dan bawang merah meningkat 127,50 persen akibat hujan deras yang menurunkan produktivitas pertanian.


Tahun 2025, Disperindag Jatim telah melaksanakan 303 kali pasar murah, termasuk Pasar Murah dan Gebyar Ramadhan, dengan total transaksi mencapai Rp797 juta lebih,

“terdiri dari kebutuhan pokok sebesar Rp498 juta dan non-pokok Rp298 juta.


Hingga pertengahan Februari 2026, pasar murah telah digelar di 19 titik dari total rencana 110 lokasi di seluruh Jawa Timur.

Pemerintah provinsi juga terus memperkuat pemantauan harga melalui SISKAPERBAPO untuk menjaga akurasi data,

“meningkatkan pengawasan, dan memastikan pelaku usaha patuh menjaga stabilitas harga.


Dengan strategi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026,

sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.(Leny)

Berita Terkait