Kawanindonesia.id // Peringatan HUT ke-36 Perum Jasa Tirta I menjadi momentum strategis untuk menegaskan komitmen penguatan ketahanan air nasional.
Bertempat di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, workshop nasional yang digelar mengangkat pentingnya tata kelola sumber daya air dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin, menegaskan bahwa ketahanan air merupakan fondasi utama ketahanan nasional.
“Air berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, energi, industri, hingga stabilitas sosial. Karena itu, pengelolaan yang terintegrasi dan berbasis data menjadi kunci keberlanjutan pembangunan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum, Fikri Abdurrachman,
memaparkan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat sistem pengelolaan sumber daya air.
Strategi tersebut meliputi peningkatan infrastruktur, modernisasi operasi dan pemeliharaan,
“serta penguatan kelembagaan yang didukung sinergi pusat dan daerah.
Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, menegaskan bahwa di usia ke-36 tahun, perusahaan mengusung tema Pondasi Kokoh, Transformasi Terakselerasi Demi Ketahanan Air Masa Depan.
“Pondasi kokoh berarti tata kelola yang kuat, sistem operasional yang andal, serta SDM yang adaptif.
Transformasi yang terakselerasi menjadi keniscayaan untuk menjawab tantangan perubahan iklim,
pertumbuhan kebutuhan air, dan dinamika pembangunan nasional,” jelasnya, Minggu (15/2/2026).
Workshop nasional tersebut juga menjadi ruang refleksi perjalanan perusahaan sekaligus penyelarasan visi transformasi di seluruh lini organisasi.
Kegiatan dihadiri jajaran direksi, dewan pengawas, mantan direksi, purna tugas, hingga manajemen lintas jenjang.
Dewan Pengawas PJT I, Yenny Chaidir, mengapresiasi konsistensi perusahaan dalam menjalankan mandat negara sebagaimana diamanatkan dalam regulasi pemerintah.
Ia menilai capaian selama lebih dari tiga dekade merupakan hasil kerja kolektif lintas generasi yang membangun pondasi kelembagaan dan sistem yang kokoh.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan Clear Cut Wilayah Sungai (WS) Brantas Tahun 2026.
Langkah ini menjadi simbol penguatan kejelasan kewenangan dan tanggung jawab operasional dalam pengelolaan wilayah sungai,
“sekaligus reformasi tata kelola yang lebih terstruktur dan terintegrasi.
Dalam momentum tersebut, PJT I juga menganugerahkan penghargaan Lifetime Achievement Award kepada tokoh-tokoh yang berjasa dalam perjalanan perusahaan dan pengelolaan kualitas air.
Dari Bendungan Sutami, komitmen menjaga dan memperkuat ketahanan air kembali digaungkan.
PJT I menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam memastikan ketersediaan air yang berkelanjutan demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (Red)

