27 Februari 2026

Tangkal Ancaman Ekstremisme, Densus 88 Intensifkan Sinergi

Kawanindonesia.id //Upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme terus diperkuat oleh Densus 88 Antiteror Polri melalui peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.


Komitmen tersebut diwujudkan dalam kunjungan silaturahmi Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Papua Barat Densus 88, Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., ke Kantor Bupati Manokwari, Hermus Indou, Jumat (13/2/2026).

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh komitmen untuk memperkuat kolaborasi menjaga stabilitas keamanan daerah.


Dalam pertemuan tersebut, Kombes Pol. Gede Suardana menegaskan bahwa upaya menangkal ancaman ekstremisme tidak dapat dilakukan secara parsial,

melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang berkesinambungan.


“Pencegahan harus melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat.

Dengan sinergi yang kuat, potensi penyebaran paham ekstrem dapat dideteksi dan dicegah sejak dini,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang dikedepankan Densus 88 tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan edukatif.

Strategi tersebut meliputi deteksi dini, sosialisasi wawasan kebangsaan, serta penguatan literasi masyarakat agar tidak mudah terpapar ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.


Sebagai simbol kemitraan dan komitmen bersama dalam menjaga keamanan wilayah,

Kasatgaswil Papua Barat turut menyerahkan plakat penghargaan kepada Bupati Hermus Indou di sela pertemuan.


Sementara itu, Bupati Hermus Indou menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Densus 88 dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.


“Pemerintah Kabupaten Manokwari siap mendukung penuh langkah-langkah pencegahan yang dilakukan Densus 88.

Keamanan yang kondusif adalah kunci agar pembangunan dapat berjalan optimal,” tegasnya.


Melalui penguatan sinergi ini, diharapkan Manokwari dan wilayah Papua Barat secara umum tetap menjadi daerah yang damai, harmonis,

‘serta terbebas dari pengaruh paham ekstremisme yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.(Red)

Berita Terkait