26 Februari 2026

Keselamatan Siswa Terancam, Legislator Jatim Dorong Rehabilitasi Sekolah

Kawanindonesia.id // Kondisi sejumlah bangunan sekolah yang mengalami kerusakan kembali menjadi perhatian serius DPRD Provinsi Jawa Timur.

Ancaman terhadap keselamatan siswa akibat ruang kelas yang tak layak pakai dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan konkret.


Anggota DPRD Jatim dari Daerah Pemilihan Madura, Harisandi Savari, menegaskan bahwa rehabilitasi sekolah rusak harus menjadi prioritas pemerintah daerah,

“terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur pendidikan seperti Kabupaten Sampang.


Menurutnya, laporan terkait kondisi ruang kelas yang retak, atap bocor,

“hingga struktur bangunan yang rapuh menunjukkan perlunya langkah cepat dan terukur.

Ia mencontohkan kondisi SDN Margantoko 1 Jrengik yang memicu kekhawatiran orang tua karena dinilai membahayakan keselamatan siswa saat proses belajar berlangsung.


“Keselamatan siswa adalah hal yang tidak bisa ditawar. Jika ada ruang kelas yang berisiko, maka harus segera dihentikan penggunaannya dan ditangani secepat mungkin,” ujar politisi Fraksi PKS Jatim tersebut.


Harisandi menjelaskan, DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan, termasuk sektor pendidikan.

Karena itu, pihaknya akan meminta data rinci terkait jumlah sekolah rusak ringan, sedang, dan berat di seluruh wilayah Jawa Timur, sekaligus memantau progres rehabilitasinya.


Ia juga menekankan pentingnya penyusunan skala prioritas berbasis tingkat urgensi.

Sekolah dengan tingkat kerusakan berat yang berpotensi membahayakan siswa harus didahulukan dalam penganggaran dan pelaksanaan perbaikan.


“Kami mendorong agar pemerintah daerah tidak hanya melakukan pendataan,

“tetapi juga memastikan ada alokasi anggaran yang memadai dan tepat waktu.

Jangan sampai siswa terus belajar dalam kondisi yang tidak aman,” tegasnya.


Sebagai langkah sementara, Harisandi menyarankan agar kegiatan belajar-mengajar dipindahkan ke lokasi alternatif yang lebih aman,

“seperti balai desa atau ruang kelas darurat, sambil menunggu proses rehabilitasi selesai.


Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang unggul harus dimulai dari penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan aman.

Tanpa infrastruktur yang memadai, kualitas pembelajaran sulit untuk ditingkatkan secara optimal.


“Anak-anak berhak mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Rehabilitasi sekolah bukan sekadar proyek fisik,

Tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan generasi kita,” pungkasnya.(Len)

Berita Terkait